GambarDEBUT Jacksen F. Tiago sebagai pelatih timnas Indonesia tidak berjalan manis. Dalam pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, timnas ditaklukkan oleh tim Belanda (Oranje). Meski demikian, Jacksen tetap optimis anak asuhnya mampu memberikan yang terbaik di ajang Pra Piala Asia 2015.

Laga persahabatan dengan Tim Oranje memang dijadikan Jacksen sebagai ajang eksperiman, khususnya untuk melihat kualitas beberapa pemain yang belum ia ketahui betul kualitasnya. Soal kekalahan dari Timnas Belanda, Jacksen tidak mau ambil pusing. “Belanda? Kita tahu level kami berbeda, ini bukan lawan dari Asia lagi, tapi sudah lawan dari Eropa,” ujarnya.

Dalam laga persahabatan dengan Tim Oranje, sebenarnya anak asuh Jacksen F Tiago tidaklah bermain buruk. Terbukti, pada babak pertama, Boas cs mampu memberikan perlawanan sengit dan memaksakan hasil imbang. Mereka mulai terlihat kedodoran pada babak kedua setelah adanya pergantian beberapa pemain yang memang sengaja dilakukan oleh Jacksen untuk melihat kemampuan para pemainnya satu per satu. Itu sebabnya, meski anak asuhnya kalah 0-3 dari timnas Belanda, Jacksen tetap tersenyum.

Jacksen F. Tiago ditunjuk oleh BTN (Badan Tim Nasional) menjadi pelatih timnas Indonesia pada tanggal 18 April 2013 lalu. Penunjukan Jacksen ini mengakiri ‘huru hara’ terkait siapa pelatih timnas saat itu akibat insiden Blanco. Awalnya timnas Indonesia memang dilatih oleh Luis Manuel Blanco. Namun karena pelatih berkebangsaan Argentina ini melakukan blunder dengan memecat sejumlah pemain inti yang berasal dari kompetisi ISL, ia akhirnya ‘dilengserkan’ dan tercatat dalam sejarah sebagai pelatih timnas tersingkat di Indonesia.

Kembali ke Jacksen. Pria yang suka menggigit sedotan (pipet) saat mendampingi timnya bertanding ini, merupakan salah satu pelatih terbaik yang ada di Indonesia saat ini. Ia juga masih tercatat sebagai pelatih Persipura Jayapura, pimpinan klasemen ISL (saat artikel ini ditulis). “Jakcksen adalah pelatih yang baik, pekerja keras, pintar mengatur strategi. Dia tau bagaimana menenangkan hati pemain untuk bermain dengan enjoy. Dia juga selalu mengingatkan pemain untuk bekerja keras karena potensi maupun teknik saja belum cukup untuk jadi pemain yang baik,” kata Viktor Igbonevo, salah seorang back timnas Indonesia yang kini bermain di Arema Malang. Viktor pernah membela Persipura Jayapura pada musim 2010-2011, saat Persipura tampil sebagai juara ISL.

.

rvp
Inilah laga debut Jacksen F Tiago sebagai pelatih Timnas Senior. Pada laga ini anak asuh Jacksen menyerah 0-3 dari Tim Oranje Belanda

.

Siapakah sebenarnya Jacksen? Nama lengkapnya Jacksen Ferreira Tiago, lahir di Rio De Jeneiro – Brasil pada tanggal 28 Mei 1968. Ia adalah salah satu striker asing yang paling terkenal dan mempunyai karier yang sukses di Indonesia. Musim pertamanya di Liga Indonesia, ia bermain untuk Petrokimia Putra dan mengantarkan klub ini sebagai runner-up Liga Indonesia pertama. Jacksen kemudian pindah ke PSM Makassar sebelum menemukan puncak kesuksesannya bersama Persebaya Surabaya. Jacksen mendapat gelar pemain terbaik dalam Liga Indonesia pada musim 1996/1997 saat ia membawa Persebaya Surabaya menjadi juara.

Dua musim di Persebaya, ia lalu pindah ke Singapura untuk membela Geylang United, namun hanya bertahan semusim sebelum kembali ke Persebaya Surabaya. Pada tahun 2001, ia kembali bermain di Petrokimia dan pada akhir musim tersebut ia memutuskan pensiun sebagai pemain.

Setelah pensiun, ia melanjutkan karir sepak bolanya sebagai pelatih. Jacksen memulai karirnya sebagai pelatih di Persebaya Surabaya. Ia berhasil membawa Persebaya Surabaya yang terdegradasi musim sebelumnya, promosi ke Divisi Utama pada tahun 2003 dan juara pada musim 2004. Dari Surabaya, ia melanjutkan karir kepelatihannya di Papua bersama Persipura Jayapura hingga saat ini. Pria inilah yang berhasil membawa Persipura menjuarai kompetisi ISL musim 2010/2011 dan menjadi runner up (juara 2) pada musim 2011/2012.

Meski sibuk menjalani karir sebagai pelatih, Jacksen F. Tiago selalu menikmati hobinya. Menonton film adalah salah satu hobinya, dan ia rela untuk terbang ke Surabaya atau Jakarta hanya sekadar untuk menonton film kesukaannya. “Ya saya terpaksa datang ke Jakarta atau Surabaya hanya untuk menonton. Karena di Jayapura tidak ada bioskop XXI. Nggak masalah mengeluarkan duit banyak, karena ini hobi saya sejak muda,” katanya seraya menambahkan kalau ia menyukai film-film action Hollywood, seperti Iron Man 3 dan Fast and Furious 6. Ia juga juga sangat menyukai aktor Hollywood, seperti Denzel Washington, Al Pacino, Robert de Niro, dan Sean Connery.

Kendati demikian, Jackson ternyata juga pernah menonton film lokal berjudul Di Timur Matahari yang diproduseri oleh Ari Sihasale. “Film ini juga bagus menggambarkan kehidupan anak-anak Papua. Itu sesuai dengan pekerjaan saya sekarang sebagai pelatih tim terbaik Papua,” pungkas Jackson.

Baiklah kalau begitu coach. Teruslah berkarya! Semoga prestasi Anda di timnas Indonesia bisa cemerlang, seperti yang Anda tunjukkan di Persipura Jayapura. Jadikanlah timnas kebanggaan masyarakat Indonesia ini, burung garuda yang benar-benar bisa terbang tinggi di angkasa. [a]

Senang mengikuti dan membaca artikel-artikel tentang perkembangan timnas Indonesia? Baca juga artikel ini: Formasi Ideal Timnas Indonesia.