GambarLEMURIA adalah peradaban manusia pertama yang maju dengan ilmu pengetahuan dari ‘Surga’. Tapi benua yang juga disebut dengan Atlantis ini hilang ditelan bumi, tenggelam di lautan pasifik. Penjelasan mengenai hal ini ditemukan dalam Kitab Henokh yang diduga ditulis oleh Nabi Idris as.

Dalam Kitab Henokh diceritakan tentang para ‘mahluk dari langit’ dan pemimpin mereka bernama Samyaza yang turun ke bumi dan memperistri anak perempuan manusia. Dari mereka, kemudian lahirlah raksasa-raksasa jahat yang melahap semua makanan manusia di bumi, dan saling membunuh. Akibatnya, manusia di bumi ‘protes’ menentang kekejaman yang ditimpakan pada mereka. Dan ‘Kerajaan Surga’ mendengar permohonan manusia di bumi.

Para malaikat perkasa seperti Mikail, Jibril dan Israfil, kemudian menghadap Yang Maha Tinggi (Tuhan Semesta Alam) untuk melaporkan ‘keluhan’ manusia tentang adanya ketidakberesan di bumi dan mereka diperintahkan turun ke bumi mengikat Samyasa dan para pengikutnya di dunia bawah sampai hari penghakiman. Dan para raksasa jahat keturunannya akhirnya dimusnahkan dengan banjir besar.

Demikianlah kurang lebih penafsiran Elizabeth Clare, penulis buku ‘Fallen Angels and the Origins of Evil’, terhadap isi Kitab Henokh. Kitab ini sendiri sebenarnya tidak tidak berisi keterangan tempat di mana peristiwa yang diceritakan itu terjadi. Tapi para ahli sejarah, ada yang mengaitkannya dan menduga peristiwa yang diceritakan dalam kitab ini terjadi di Lemuria, (Atlantis) yang hilang itu, yang diduga terjadi sekitar 250.000 tahun yang lalu.

.

Samyaza_&_Istahar
Orisinalitas dan kebenaran isi dari Kitab Henokh memang masih menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah maupun agamawan…

.

Orisinalitas dan kebenaran isi dari Kitab Henokh memang masih menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah maupun agamawan sampai saat ini, terutama karena telah melalui beberapa kali proses penerjemahan dari bahasa aslinya. Bisa jadi Kitab Henokh memang benar ada dan ditulis oleh Nabi Idris as (Arab: Akhnukh, Ibrani: Henokh). Hanya saja para sejarawan Islam tentu akan terganggu dengan penggambaran tokoh Samyaza dalam cerita di kitab ini sebagai malaikat yang ‘memberontak’ (menolak penciptaan Adam) karena dalam Quran, malaikat didefinisikan sebagai mahluk yang patuh, kerjanya hanya beribadah dan tidak memiliki hawa nafsu. Lain halnya, jika tokoh Samyaza merujuk pada iblis karena iblis juga adalah mahluk dari langit yang memang sejak awal menolak penciptaan Adam. Mungkin, para iblis itulah yang turun ke bumi (bukankah lama waktu sehari di Surga, sudah cukup untuk membuat satu peradaban di bumi?). Sebagaimana diketahui, berdasarkan literatur Sumeria kuno maupun Yunani kuno, ‘misi’ Samyaza sesungguhnya adalah ‘membuat perhitungan’ dengan ras Nabi Adam as di bumi. Ini memang terdengar seperti mitos.

Yang membuat kita patut menelusurinya karena hal ini pernah menjadi salah satu objek pemikiran Nabi Idris as, seorang nabi yang diakui kecerdasannya oleh Allah Swt. Wallahu ‘alam. Tapi seandainya tulisan yang diduga karya Nabi Idris ini benar adanya, maka ini mengkonfirmasi bahwa memang pernah ada manusia di bumi ini, sebelum Nabi Adam as diturunkan ke bumi (baca juga: Nabi Adam = Manusia Pertama?).

.

lemuriantemple
Gambar ini salah satu karya imajinasi tentang Lemuria, sebuah kuil. Lemuria sebagai peradaban maju yang tenggelam akibat gempa bumi dalam sehari ditulis pertama kali oleh Pluto, seorang filsuf Yunani kuno. Namun tidak jelas apakah ini karya ilmiah atau fiksi belaka…

.

Terkait dengan Lemuria, Atlantis yang hilang, ada teori lain yang dimunculkan oleh para sejarawan dan agamawan. Mereka menduga, Lemuria menjadi tempat pelarian Qabil (Cain) setelah membunuh Habil (Habel). Seperti diketahui, setelah membunuh Habil, Qabil terusir dari keluarga Nabi Adam as. Ia ‘dipersilahkan’ mencari isteri dari keturunan lain. Mungkin, Qabil menemukan pasangannya di tempat yang bernama Lemuria ini dan melahirkan keturunan yang kehilangan moral dan spiritual (durhaka), hingga Tuhan memberikan bencana besar dan menenggelamkan tempat ini. Para sejarawan yang mengemukakan dugaan ini memang berpendapat bahwa Nabi Adam dan Hawa, bukanlah keluarga pertama, tapi mereka memiliki tetangga meskipun posisi atau letaknya berjauhan.

Nabi Idris as memang ditunjuk oleh Allah Swt. sebagai nabi untuk memberi ‘pencerahan’ pada bani Qabil (keturunan Qabil). Dalam konteks ini, ada juga sejarawan yang menduga bahwa ‘pemusnahan’  yang tertulis dalam Kitab Henokh, sesungguhnya merujuk pada bani Qabil.

Selain berisi cerita masa lalu (yang terjadi jauh sebelum Nabi Idris dilahirkan), Kitab Henoch juga berisi cerita masa depan (visi), yaitu cerita tentang akan terjadinya banjir besar (yang pada kenyataannya terjadi pada jaman Nabi Nuh as, cucu cicit Nabi Idris as). Terisnpirasi oleh Kitab Henokh ini, seorang penulis Arab abad X bernama Al-Masoudi menulis sebuah catatan sejarah berjudul ‘Fields of Gold-Mines of Gems’ yang menceritakan kisah Raja Saurid Ibnu Salhouk, seorang penguasa Mesir yang hidup 300 tahun sebelum banjir besar. Berikut ini kutipan ceritanya:

…. Saat bumi itu sedikit lebih muda, Saurid Ibnu Salhouk, tidurnya terus-menerus terganggu oleh mimpi buruk yang mengerikan. Dia melihat bahwa ‘seluruh bumi diserahkan’ beserta penghuninya. Dia melihat pria dan wanita jatuh di atas mereka dan ‘bintang jatuh ke bawah dengan suara mengerikan’. Akibatnya ‘mengambil’ semua manusia yang hidup di masa itu. Setelah satu malam lebih mimpi itu terus berlanjut, ia memanggil para imam yang datang dari semua provinsi di Mesir kuno. Tidak kurang dari 130 imam berdiri di depannya, salah satu pemimpin mereka mempelajari dan mencoba menafsirkan mimpi itu. Masing-masing imam berkonsultasi dengan mempelajari ketinggian bintang di angkasa.

Mereka mengatakan kepada raja bahwa mimpi buruknya mengisyaratkan bahwa banjir besar akan menutupi bumi. Kemudian api besar akan datang dari arah konstelasi bintang Leo. Mereka meyakinkan bahwa setelah bencana ini ‘dunia akan kembali ke awal’.“Apakah akan datang ke negara kami” tanya raja, dan mereka menjawab dengan jujur. “Ya, dan itu akan menghancurkannya?”

Setelah menerima nasib masa depan kerajaannya, Saurid memutuskan untuk membangun tiga piramida Mesir yang menakjubkan serta lemari besi yang sangat kuat. Semua itu harus diisi dengan ‘pengetahuan tentang ilmu rahasia’ termasuk semua ilmu astronomi, matematika dan geometri yang telah mereka pelajari. Semua pengetahuan ini akan tetap tersembunyi, dan suatu hari akan datang seseorang yang membuka tempat-tempat rahasia itu….

.

pyramid
Kitab Henokh juga berisi informasi tentang piramida yang melegenda. Ternyata piramida dibangun untuk menyelamatkan ilmu pengetahuan Mesir kuno dari bencana banjir besar…

.

Demikian cuplikan tulisan Al Masoudi. Ia meyakini pemimpin imam yang meramalkan kehancuran bumi dalam ceritanya itu adalah Nabi Idris as (maksudnya, isi dari Kitab Henokh yang menginspirasi tulisan Al Masoudi itu bercerita tentang pengalaman Henokh atau Nabi Idris sendiri).

Sebagaimana diketahui, Nabi Idris as adalah seorang yang sangat pintar, penemu tulisan dan alat tulis, dan ahli astronomi (perbintangan). Dia juga dijuluki Singa dari segala singa karena keberanian dan kegagahannya. Dan dari keturunannyalah kemudian lahir hamba pilihan Allah Swt. berikutnya yakni Nabi Nuh as. Bagaimanakah kisah nabi Nuh as? Benarkah jaman nabi Nuh as merupakan fase kehidupan kedua? [a]

Penasaran dan ingin menelusuri benang merah sejarah penciptaan manusia dan alam? Klik: Manusia & Alam dan temukan artikel yang belum Anda baca!

Referensi tulisan ini: (1) Kitab Henokh, (2) Sejarah Nabi Idris, dan (3) Kitab Henokh dan Lemuria.