GambarKARENA kepandaiannya menulis dan ketekunannya belajar, Allah Swt. menyebutnya Idris (bahasa Arab: Daras, artinya: rajin belajar). Nabi Idris as hidup sekitar tahun 4533 sampai 4188 SM. Dalam sejarah peradaban manusia, ia merupakan penulis pertama di bumi. Dialah manusia pertama yang menemukan cara menulis dan mengajarkan tradisi menulis pada ummatnya.

Rasulullah Muhammad Saw. pernah bersabda (HR Muslim): Dahulu, ada seorang nabi yang menulis dengannya (menulis di atas pasir). Barang siapa sejalan dengan tulisannya, maka seperti itulah. Para ulama dan sejarawan muslim meyakini bahwa yang dimaksud dalam hadits ini adalah Nabi Idris as. Dalam sejarah, bukti-bukti adanya karya tulis tertua memang ditemukan di tempat dimana Nabi Idris berkiprah. Gambar di samping ini adalah lempengan batu yang berisi tulisan tentang perhitungan bintang yang diperkirakan berusia 4000 tahun dan merupakan peninggalan bangsa Sumeria kuno. Bangsa Sumeria atau Babilonia (sekarang Iraq) telah dikenal sebagai bangsa paling tua di dunia yang memiliki kemampuan menulis (Sekitar 3500 – 3000 SM). Salah satu buktinya adalah Taman Gantung yang masih bisa disaksikan hingga saat ini. Demikian juga Mesir, diketahui sudah memiliki tradisi tulis menulis pada sekitar 3000 – 2000 SM. Pada masa ini bangsa Mesir kuno sudah membuat Piramida dan sudah menggunakan daun papyrus sebagai alat dan tempat menulis.

Pada jaman Nabi Idris as, manusia memang sudah berbicara dalam 72 bahasa. Selain pandai menulis, Nabi Idris juga pandai menggambar. Menurut satu riwayat, selama hidupnya, Nabi Idris pernah menggambar 188 rancangan pembangunan kota. Ia pula yang membagi wilayah bumi menjadi empat bagian dan menetapkan seorang raja pada setiap bagiannya. Raja-raja itu adalah Elaus, Zous, Esqlebeos dan Zous Amon.

Ada sejumlah temuan yang mendukung ‘kecanggihan’ peradaban pada jaman Nabi Idris as. Antara lain temuan berupa lempengan dari tanah yang diperkirakan berusia 4000 tahun (zaman Sumeria kuno). Di atas lempengan ini terdapat tulisan tentang matematika dalam bentuk tulisan paku. Selain itu ada juga temuan, berupa alat pemberat dari logam, serta bejana berbentuk kendi dan gelas yang terbuat dari tanah liat. Sebuah lempengan batu yang di atasnya terdapat ukiran orang bercocok tanam juga ditemukan di kota Iraq kuno.

kitab-enoch3
Potongan kitab Henokh, diduga karya Nabi Idris

Beberapa potongan naskah kuno terkait dengan Nabi Idris juga pernah ditemukan. Oleh para sejarawan, naskah kuno ini kemudian disebut Kitab Henokh. Kitab ini antara lain bercerita tentang peradaban tertua di bumi, Lemuria – Atlantis, yang hilang ditelan bumi, dan juga prediksi tentang banjir besar yang akan terjadi di bumi. Kitab ini diduga ditulis oleh Nabi Idris as yang juga dikenal dengan nama Akhnukh (bahasa Ibrani: Henokh). Mengenai hal ini, bisa dibaca pada artikel: Nabi Idris Menulis tentang Lemuria?).

Selain sebagai penulis pertama, Nabi Idris as juga diketahui sebagai manusia pertama yang memperkenalkan ilmu perbintangan (astronomi). Pada jamannya, Nabi Idris as menggunakan bintang sebagai petunjuk arah dan untuk memperkirakan kondisi cuaca, serta untuk memperkirakan/menentukan waktu yang tepat untuk menanam (bercocok tanam). Konon, pada masa ini sudah dilakukan pembagian bulan menjadi 12 bulan (zodiak) dalam satu tahun. Warisan Nabi Idris as yang juga tak kalah pentingnya bagi sejarah peradaban manusia adalah menjahit. Dialah yang pertama kali menemukan cara menjahit pakaian sekaligus merupakan manusia yang pertama kali menggunakan pakaian dari kain yang dijahit. Sebelumnya, kaum Nabi Adam as menggunakan pakaian dari bulu dan kulit binatang. [a]

Penasaran dan ingin tahu benang merah sejarah penciptaan manusia dan alam? Klik: Manusia & Alam dan temukan artikel yang belum pernah Anda baca!

Referensi:  (1) Hadits Rasulullah Muhammad Saw. (HR Muslim); (2) Sejarah Nabi Idris as; dan (3) Melacak jejak Nabi Idris as.