GambarPENYAKIT jantung koroner adalah gangguan yang terjadi pada jantung akibat suplai darah ke Jantung yang melalui arteri koroner terhambat. Kondisi ini terjadi karena arteri koroner (pembuluh darah di jantung yang berfungsi menyuplai makanan dan oksigen bagi sel-sel jantung) tersumbat atau mengalami penyempitan karena endapan lemak yang menumpuk di dinding arteri (plak). Proses penumpukan lemak di pembuluh arteri ini disebut aterosklerosis dan bisa terjadi di pembuluh arteri lainnya, tidak hanya pada arteri koroner.

Berkurangnya pasokan darah karena penyempitan arteri koroner menimbulkan rasa nyeri di dada yang dikenal dengan istilah angina. Umumnya hal ini terjadi setelah melakukan aktivitas fisik atau mengalami stress. Bila arteri koroner tersumbat dan darah sama sekali tidak bisa mengalir ke jantung, penderita bisa mengalami serangan jantung, dapat terjadi kapan saja, bahkan ketika penderitanya dalam keadaan tidur.

Penyakit jantung koroner menyebabkan kemampuan jantung memompa darah ke seluruh tubuh melemah. Dan jika darah tidak mengalir sempurna ke seluruh tubuh, maka penderitanya akan merasa sangat lelah, sulit bernafas (karena paru-paru dipenuhi cairan), dan timbul bengkak-bengkak di kaki dan persendian. Penyakit jantung koroner bisa terjadi pada siapa saja. Terutama yang mengalami 7 (tujuh) faktor resiko berikut ini:

1. Kadar kolesterol tinggi
Seperti diketahui, penyebab penyakit jantung koroner adalah endapan lemak yang menumpuk pada dinding arteri (plak). Hal ini umumnya terjadi pada seseorang dengan kadar kolesterol tinggi di dalam darahnya. Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks yang secara alamiah dihasilkan tubuh dan bermanfaat bagi pembentukan dinding sel dan hormon. Sebanyak 2/3 kolesterol dalam tubuh diproduksi oleh hati (liver) dan 1/3 lainnya diperoleh langsung dari makanan. Kolesterol diedarkan dalam darah melalui molekul yang disebut lipoprotein, yang terdiri atas dua jenis, yaitu low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL). LDL mengangkut kolesterol dari hati ke sel-sel tubuh. HDL berfungsi sebaliknya, mengangkut kelebihan kolesterol ke hati untuk diolah dan dibuang keluar. LDL yang berlebihan, inilah yang dapat menyebabkan penumpukan kolesterol pada dinding arteri sehingga disebut ‘kolesterol jahat’. Kadar LDL yang optimal dalam darah 100 – 129 mg/dL. Kelebihan LDL menyebabkan HDL ‘kewalahan’ membuang kolesterol yang berlebih. Total kolesterol yang dianjurkan (HDL + LDL) adalah di bawah 200mg/dL, maksimal 240mg/dL.

2. Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi menambah berat kerja jantung sehingga dinding jantung menebal/kaku, sehingga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Secara umum, seseorang dikatakan menderita hipertensi (tekanan darah tinggi) jika tekanan darah sistolik (tekanan darah yang memancar dari jantung ke seluruh tubuh) / diastolik (tekanan darah yang kembali ke jantung) di atas 140 / 90 mmHg.

3. Trombosis
Trombosis adalah gumpalan darah pada arteri atau vena. Bila trombosis terjadi pada pembuluh arteri koroner, maka orang yang mengalaminya beresiko terkena penyakit jantung koroner. Trombosis biasanya berada pada dinding pembuluh yang menebal karena aterosklerosis.

4. Diabetes mellitus
Diabetes meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Faktanya, 2/3 penderita diabetes meninggal karena penyakit jantung dan gangguan kardiovaskuler lainnya.

5. Kegemukan
Kegemukan atau obesitas meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan diabetes. Orang yang kegemukan juga cenderung memiliki kadar HDL rendah / LDL tinggi.

6. Penuaan
Resiko penyakit jantung koroner meningkat seiring bertambahnya usia. Makin tua seseorang, makin menurun efektivitas organ-organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskulernya. Faktanya, lebih dari 80% penderita penyakit jantung koroner berusia di atas 60 tahun. Dan pria cenderung lebih cepat terkena dibandingkan perempuan. Pada wanita, resiko terkena penyakit jantung koroner meningkat setelah memasuki masa menopause.

7. Keturunan
Faktor keturunan juga merupakan faktor resiko penyakit jantung koroner. Seseorang yang orang tuanya terkena penyakit jantung koroner, juga beresiko mengalami hal yang sama.

Itulah 7 (tujuh) faktor resiko penyakit jantung koroner. Maksudnya, orang yang mengalami faktor resiko tersebut, baik salah satu atau beberapa di antaranya, beresiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner. Nah, untuk pencegahan penyakit jantung koroner, hal utama yang harus dilakukan adalah mengurangi faktor resiko dengan cara: (1) mengurangi konsumsi daging berlemak jenuh tinggi, (2) memperbanyak makan buah, sayuran dan biji-bijian yang mengandung antioksidan tinggi (misalnya bawang putih), (3) menghindari stress, (4) tidak merokok, (5) tidak minum kopi berlebihan, dan (6) rajin berolah raga (aerobik atau jogging selama 30 menit, 3 atau 4 kali seminggu dapat memperkuat jantung, membakar kalori dan lemak dan menjaga keseimbangan kadar HDL dan LDL). [a]

>>diolah dari berbagai sumber<<

Pada artikel selanjutnya, akan diulas mengenai pengobatan terhadap penyakit jantung koroner. Senang baca artikel kesehatan? Klik Kesehatan!