GambarTATKALA kenyataan tidak seperti yang engkau harapkan. Saat rencana tidak berjalan seperti impianmu. Ketika semua yang engkau usahakan tidak ada yang membuahkan hasil. Apakah engkau akan berhenti berdoa?

Jangan! Jangan terpengaruh dengan anggapan bahwa doa itu tidak ada gunanya. Bahwa doa itu hanyalah bentuk ketidakberdayaan.

Ingatlah ketika junjunganmu bersabda (HR Al-Hakim, dari Ali bin Abi Thalib): “Doa itu senjata seorang mukmin, tiang agama serta cahaya langit dan bumi.” Atau saat beliau mengatakan (HR Ahmad, Al-Hakim, Al-Bazar, Ath-Thabrani): “Tidak ada gunanya waspada menghadapi takdir, namun doa bermanfaat menghadapi takdir sebelum dan sesudah takdir itu turun. Dan sesungguhnya, ketika musibah itu ditakdirkan turun (dari langit), maka ia segera disambut oleh doa (dari bumi), lalu keduanya (musibah dan doa) bertarung sampai hari kiamat.” 

Tanamkan dalam lubuk sanubarimu, sesungguhnya doa itu adalah perisai diri seorang mukmin dan ia akan bertarung dengan segenap musibah. Musibah akan menimpamu jika perisai doamu tak sekuat musibah yang mengincarmu. Tapi jika doamu lebih kuat dari musibah yang datang, maka musibah tak akan menimpamu. Dan jika perisai doamu seimbang dengan kekuatan musibah yang datang, maka keduanya akan bertarung.

Maka jangan pernah berhenti berdoa. Jangan membuat perisai doamu menjadi lemah, karena ini sama artinya mengundang musibah menghampirimu. Tetaplah berdoa, karena ketika engkau berdoa, sesungguhnya engkau sedang mendekati sumber dari segala kekuatan. Dan saat engkau mendekati-Nya, akan timbul dalam jiwamu harapan! Harapanlah yang membuat hidupmu menjadi lebih bermakna. Harapan jualah yang mampu membangkitkan semangat dan segenap energi dalam dirimu menjadi kekuatan yang maha dahsyat. Dan ketika itu terjadi, maka yang engkau butuhkan hanyalah mempertemukan kehendakmu dengan kehendak-Nya dengan berserah diri.

Ingatlah firman-Nya (QS Al-Mukmin: 60): “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.”  Dan ingat pula saat Ia berfirman mengingatkan akan kewajiban dan tujuan hidupmu (QS Adz-Dzariyat: 56): “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

Maka ucapkanlah dengan setulus hati: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanyalah untuk-Mu ya Allah, tuhan semesta alam. [a]