GambarBAGAIMANA agar tulisan atau artikel di blog kita bisa mendatangkan banyak pengunjung? Pertanyaan ini pasti pernah ditanyakan oleh setiap blogger, terutama yang masih pemula. Berhubung karena banyak sekali blogger pemula yang ada di Indonesia, maka pertanyaan ini akan selalu ditanyakan pada Om Google. Dan kalau Om Google sudah bekerja, maka berjejerlah jawabannya di layar monitor.

Maksudnya, kalau menginginkan banyak pengunjung ke blog kita, maka tulisan atau artikel-artikel yang ada dalam blog kita, topiknya harus ‘bersahabat’ dengan Om Google dan kawan-kawannya. Kita harus menyesuaikan topik artikel kita dengan topik (lebih tepatnya kata kunci atau keyword) yang banyak dicari orang pada mesin pencari. Jadi jangan asal tulis! Sebelum menulis artikel, lakukanlah riset untuk menemukan kata kunci apa yang sedang ramai ditanyakan atau kata kunci apa yang akan selalu ramai ditanyakan para pencari informasi di dunia maya ke mesin pencari (om Google cs).

Contoh kata kunci atau keyword yang banyak ditanyakan ke Om Google adalah cara-cara atau tutorial yang berkaitan dengan usaha memperbanyak pengunjung blog (misalnya, tips-tips SEO) atau usaha mempercantik tampilan blog, dll. Kebanyakan para pengguna mesin pencari adalah kita-kita juga para blogger. Dengan asumsi ini, maka blog yang memiliki banyak artikel tentang tutorial yang dibutuhkan para para blogger, akan mendapatkan banyak kunjungan. Dan akan terus seperti itu, seiring dengan terus bermunculannya blogger-blogger baru.

.

keyword
Topik artikel blog harus disesuaikan dengan topik (lebih tepatnya kata kunci atau keyword) yang banyak dicari orang pada mesin pencari. Jangan asal tulis. Sebelum menulis, lakukanlah riset kata kunci…

.

Lanjut, jika sudah menemukan satu kata kunci yang selalu ramai dicari orang, buatlah artikel yang topiknya sesuai dengan kata kunci itu (akan lebih baik lagi jika bisa membuat beberapa artikel untuk kata kunci itu, tapi dengan judul dan uraian atau sudut pandang yang berbeda). Tempatkan kata-kata yang berkaitan dengan kata kunci di awal paragraf. Untuk setiap artikel yang telah dibuat gunakan tag yang bervariasi (jangan hanya satu). Contoh: kita menulis artikel tentang dinosaurus dengan judul: Jenis-jenis dinosaurus yang pernah ada. Tag utama yang kita gunakan pasti: dinosaurus. Tapi ini saja belum cukup karena pasti ada banyak sekali artikel yang diposting dengan tag dinosaurus dan artikel kita tidak akan serta merta mendapat tempat teratas di mesin pencari.

Untuk itu, kita perlu menambahkan beberapa tag lain yang lebih spesifik (sesuai isi artikel yang kita buat), misalnya: dinosaurus terbesar, dinosaurus yang bisa terbang, dinosaurus karnivora. Atau bisa juga: jenis-jenis dinosaurus, pengertian dinosaurus atau penemu dinosaurus. Tag tambahan ini sangat berguna untuk memudahkan orang menemukan artikel kita. Karena para pencari informasi di mesin pencari dengan kata kunci dinosaurus, suatu saat pasti bosan karena artikel yang muncul pasti itu lagi itu lagi. Sesekali pasti mereka mengubah kata kuncinya, misalnya: dinosaurus yang bisa terbang atau  dinosaurus terbesar atau yang lainnya. Artikel kita pasti sulit bersaing pada tag utama dinosaurus, tapi bisa jadi ditemukan pada tag lainnya, misalnya: dinosaurus yang bisa terbang.

.

tags
Jangan remehkan soal tag ini. Tag bisa jadi jalan pintas agar tulisan atau artikel kita mudah ditemukan, walaupun belum terindeks di mesin pencari…

.

Ohya, jangan bingung soal tag dan kata kunci ini. Bagi kita si penulis blog, tag dengan kata kunci (keyword) itu berbeda. Kata kunci ditempatkan dalam paragraf tulisan kita. Sedangkan tag ditambahkan secara terpisah saat kita akan memposting artikel dan akan terlihat biasanya di bagian bawah postingan artikel kita. Fungsi keduanya sama saja, untuk memudahkan artikel kita ditemukan orang di mesin pencari. Adapun bagi mereka yang menggunakan mesin pencari untuk mencari artikel, tidak ada istilah tag itu. Yang ada hanya kata kunci yang diisikan di kotak pencari.

Jangan remehkan soal tag ini. Banyak artikel-artikel yang sebenarnya cukup berkualitas dan layak dibaca tapi sangat sulit ditemukan orang karena penulisan (pemilihan) tag-nya asal-asalan. Contoh, kita menulis cerita menarik atau profil tentang Lionel Messi, lalu kita posting pada tag: (1) barcelona, (2) argentina, (3) sepak bola. Pertanyaannya, apakah ada yang bisa menemukan artikel kita di mesin pencari kalau tag-nya seperti ini? Saat memilih tag untuk artikel kita, kita harus memposisikan diri sebagai orang yang sedang mencari artikel seperti artikel yang kita buat, agar tag yang kita masukkan benar-benar bisa membantu orang untuk menemukan artikel kita.

Dalam kasus ini, mana ada orang yang mencari profil Lionel Messi di mesin pencari, mengetikkan kata kunci ‘sepak bola’, ‘argentina’ ataupun ‘barcelona’, walaupun kata kunci ini memang ada hubungannya dengan Lionel Messi. Mengetikkan kata kunci ‘lionel messi’ saja, artikel kita tetap tidak akan bisa ditemukan disebabkan banyaknya artikel yang menggunakan kata kunci dan tag lionel messi. Artikel kita baru berpeluang ditemukan jika orang yang mencari profil Lionel Messi mengetikkan kata kunci: profil pemain sepakbola terbaik dunia atau penyebab lionel messi tak mau pindah dari barcelona atau profil dan perjalanan karir sepak bola lionel messi. Inilah yang seharusnya kita pertimbangkan untuk dijadikan tag pada artikel kita yang menceritakan profil Lionel Messi tadi. Intinya, memilih tag itu harus juga mempertimbangkan aspek ‘peluang’. Jadi, memilih tag memang gampang-gampang susah!

Ok, lanjut lagi. Semakin banyak artikel di blog kita yang terindeks di mesin pencari pada kata kunci yang banyak dicari orang, akan semakin banyak pengunjung yang datang (meski pun akan tetap ada pengunjung blog kita yang datangnya tidak melalui mesin pencari, misalnya lewat social media lainnya seperti twitter, facebook dan juga dari jaringan sesama blogger). Inilah uniknya menulis blog atau menjadi penulis blog. Terkadang kita terpaksa menulis hal-hal yang sebenarnya tidak kita sukai, karena hal-hal itulah yang sedang ramai ditanyakan orang kepada Om Google dan mesin pencari lainnya. Repot juga rasanya kalau setiap mau posting artikel baru harus merasa terpaksa dulu. Nah, untuk menyiasatinya, tetaplah menulis hal-hal yang kita sukai walau pun itu tidak bisa mendatangkan banyak pengunjung. Hal ini penting untuk menjaga konsistensi kita menulis. Namun buatlah jadi seimbang antara menulis topik-topik yang bersahabat dengan mesin pencari dengan menulis topik-topik yang kita senangi (dan membuat kita senang).

.

menulisblog
Menulis blog itu unik. Kadang kita terpaksa menulis sesuatu yang tidak kita sukai, karena itulah yang sedang ramai ditanyakan orang pada Om Google dan mesin pencari lainnya…

.

Jadikan tulisan-tulisan yang bersahabat dengan mesin pencari sebagai pintu masuk pengunjung ke blog kita. Saat mereka sudah berada dalam ‘rumah’ kita, mereka pasti tengok sana tengok sini kan? Siapa tahu mereka tertarik membaca artikel-artikel yang kita tulis karena topiknya kita senangi.

Khusus untuk blog-blog yang memang didesain untuk menghasilkan duit, sepenuhnya mereka harus membuat tulisan-tulisan yang topiknya bersahabat dengan mesin pencari. Karena nilai blog-blog seperti ini akan ditentukan pada seberapa besar atau seberapa banyak pengunjungnya.

Terakhir, soal bagaimana seni menulis artikel untuk blog. Sebetulnya tidak ada aturan baku bagaimana tata cara menulis blog. Tapi sebagai panduan, silakan baca artikel ini: Esai, Seperti Pernyataan Cinta. Yang jelas, artikel blog sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, diberi satu sisipan gambar untuk satu artikel, dan tidak terlalu panjang (umumnya pencari informasi di dunia maya tidak memiliki waktu yang banyak dan cenderung tidak menyukai artikel yang terlalu panjang, sama seperti kita kan, malas membaca lama-lama).

Satu hal lagi, menulis artikel blog jangan seperti menulis berita (memiliki masa kadaluwarsa). Artikel blog harus selalu relevan dibaca kapan saja. Sekadar contoh, blog saya ini (iya, yang sedang Anda baca ini) memiliki banyak artikel tentang Pemilu 2009 lalu. Pada masanya, artikel-artikel tersebut lumayan banyak mendatangkan pengunjung, tapi ketika event-nya sudah berlalu (Pileg 2009 dan Pilpres 2009), tidak ada lagi yang membacanya, kecuali hanya beberapa artikel tentang profil tokoh politik yang kadang-kadang masih ada yang mencarinya.

Hmm… sharing-nya cukup ya! Sebagai kesimpulan, rajinlah melakukan riset untuk mencari topik yang ramai ditanyakan pada Om Google cs. Karena hanya dengan cara ini kita bisa menemukan topik yang kita senangi sekaligus juga banyak dicari orang di mesin pencari. [a]