GambarKARAKTER nasabah dalam bisnis futures atau perdagangan berjangka atau juga yang dikenal dengan istilah sistem perdagangan alternatif (SPA) dapat dibedakan berdasarkan aspek kemampuan kemampuan (skill) nasabah dan juga cara atau metode yang digunakan nasabah dalam bertransaksi.

Berdasarkan kemampuannya, nasabah dibedakan dalam lima kelompok. Pertama, sitting duck (bebek yang sedang duduk). Mereka yang termasuk kelompok ini adalah para nasabah yang hanya melihat aspek keuntungan bisnis ini yang memang menggiurkan, dan langsung bertransaksi tanpa mendalami dulu faktor resikonya. Kelompok ini merupakan mayoritas (bagian terbanyak di bisnis ini), yang umumnya adalah para pendatang baru yang sering jadi ‘sasaran empuk’ dan ‘korban’ volatilitas pasar. Pada umumnya, nasabah yang masuk dalam kelompok ini akan frustrasi dan meninggalkan bisnis ini, tapi yang bertahan akan masuk pada kelompok berikutnya.

Kedua, walking lamb (lembu yang berjalan). Termasuk dalam kelompok ini adalah para nasabah yang sudah memahami plus minus bisnis ini, tapi mereka belum bisa mengindar dari resikonya (mulai menyadari faktor resiko dan mempelajari manajemen resiko). Umumnya nasabah yang berada pada kelompok ini adalah mereka menganggap bisnis ini menarik dan mereka bertahan karena mereka menganggap bisnis menantang!

Ketiga, running pig (babi yang berlari). Mereka yang sudah mulai dapat menghindari resiko, tapi tingkat kerugian mereka masih lebih besar dari profit yang diperoleh. Pada fase ini nasabah mulai menganggap bisnis ini bisa benar-benar mendatatangkan keuntungan!

.

wolf
Bisnis perdagangan berjangka (futures) ibarat memburu srigala! Jika tak bisa menangkapnya, maka kita yang akan dimangsa…

.

Terakhir, hunting fox (memburu srigala). Bisnis ini memang berbahaya, sehingga dianalogikan seperti memburu srigala. Srigala adalah binatang buas, tidak mudah untuk menangkapnya sehingga dibutuhkan skill yang mumpuni. Nasabah yang termasuk dalam kelompok ini adalah nasabah yang sudah bisa mendapatkan profit secara konsisten dari investasi forex, index, maupun emas derivatif (futures). Kelompok ini ada, itulah sebabnya bisnis ini tetap berlangsung sampai saat ini (kalau semua nasabah merugi bisnis ini pasti sudah lama ditutup).

Adapun pengelompokan nasabah berdasarkan cara tradingnya, dibedakan atas position trader (swing trader), daytrader dan scalperPosition trader (swing trader) adalah mereka yang bertransaksi dengan modal besar, menahan posisinya dalam jangka waktu yang lama (long term transaction).

Sementara daytrader yaitu mereka yang bertransaksi harian, entry sesaat setelah market buka dan melikuidasi posisi jelang market tutup. Sedangkan scalper ialah mereka yang trading dengan prinsip hit and run, memanfaatkan momentum yang ada di market (scalper selalu entry disertai limit profit & stop loss). [a]