GambarTIDAK berlebihan menyebut Anis Matta sebagai benteng terakhir PKS saat ini. Karena kalau sampai Presiden PKS ini menyusul pendahulunya ke tahanan KPK, PKS bakal luluh lantak. Di saat partai-partai lain sibuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2014, partai ini malah diterpa badai ‘daging’.

Untungnya, sejauh ini, tidak ada tanda keterlibatan pria asal Bone, Sulawesi Selatan ini, dalam kasus suap quota impor daging yang beberapa bulan terakhir menyeret-nyeret PKS dan membuat para petinggi partai ini kelabakan menghadapi counter media massa yang bertubi-tubi. Rasanya tidak salah para petinggi PKS saat itu memilih Anis Matta sebagai pengganti LHI yang ditahan KPK. Terbukti, Anis Matta bisa meredakan gejolak di daerah dan membuat kader-kader PKS tetap solid. Walaupun pada awalnya banyak pengamat politik yang meragukan dan memperkirakan beberapa statemen Anis Matta ketika itu akan kontra produktif terhadap PKS. Misalnya, saat ia menyebut bahwa peristiwa yang menimpa LHI adalah konspirasi, skenario pihak tertentu untuk melemahkan PKS.

Tidak mudah berada pada situasi yang dialami Anis Matta saat itu. Dan apa yang disampaikannya saat itu, tentang isu konspirasi, merupakan satu-satunya pilihan yang tersedia. Mau bilang apa lagi? Nyatanya, komunikasi politik yang dilakukan Anis Matta ketika itu cukup efektif  dalam membangkitkan semangat kader PKS di daerah. “Apa yang dialami PKS saat ini adalah konspirasi! Dan ini akan membangunkan macan tidur PKS. Allahu akbar…!” Begitu kira-kira ucapan Anis waktu itu, yang terdengar membahana, bergetar dan sarat emosi.

Sentakan dari Anis Matta saat itu membuat kader PKS sedikit ‘teralihkan’ dari tamparan keras nan menyakitkan akibat kasus LHI, sehingga mereka tidak terpuruk karenanya. Anis Matta mampu membawa kader PKS melewatkan masa kritis itu dengan baik, tanpa goncangan yang berarti.

ANIS-MATTA
Inilah benteng terakhir PKS. Kalau sampai ia mengikuti pendahulunya ke tahanan KPK, maka PKS bakal….

Siapa sebetulnya Anis Matta ini? Ia adalah alumni Pesantren Darul Arqam Gombara (1986), mendapat gelar Sarjana Syariah dari Universitas Imam Muhammad Bin Suud Saudi Arabia, filial Jakarta (1992). Pernah mengikuti pertukaran Pemimpin Politik Muda di Ameika Serikat (2000) dan alumni KSA IX Lembaga Ketahanan Nasional (2001). Anis Matta ikut mendirikan Partai Keadilan Sejahtera dan menjadi Sekjen DPP sejak berdiri tahun 1998 dan sudah menjadi anggota legislatif sejak tahun 2004. Saat LHI ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Majelis Syuro PKS memilih Anis Matta menggantikan LHI sebagai Presiden PKS. Dan sejak itu pria yang juga seorang penulis buku ini mundur dari keanggotaannya di DPR-RI. Yang juga menarik dari Anis Matta adalah pandangannya tentang doa.

Bagi Anis Matta, doa bukanlah wujud ketidakberdayaan, tapi sesuatu yang bisa membuat ketidakberdayaan menjadi kekuatan. Ia meyakini bahwa doa adalah perisai atas musibah. Doa bisa mencegah musibah jika doa lebih kuat dari musibah. Tetapi jika musibah lebih kuat dari doa, maka musibah akan menimpa. Dan jika kekuatan doa dan musibah seimbang, maka keduanya akan bertarung. Dalam salah satu bukunya Anis menulis: Ketika engkau terimpit dan terlilit oleh problema kehidupan, sesungguhnya yang dapat membuatmu bertahan adalah harapanmu. Sebaliknya, yang akan membuatmu kalah adalah saat dimana engkau kehilangan harapan.

Itulah Anis Matta. Sejauh ini ia mampu membuat kader PKS tetap memiliki harapan meski diterpa ‘badai daging’. Tapi apakah ia juga mampu mengubah ‘ketidakberdayaan’ PKS saat ini menjadi kekuatan macan, sehingga perolehan suara PKS pada pemilu legislatif tahun 2014 nanti tidak anjlok? [a]

Senang baca profil tokoh politik? Klik Bukan Orang Biasa!