GambarMUNGKIN ada yang pernah mengalami atau melakukan sesuatu yang luar biasa seperti yang pernah saya alami? Melakukan hal yang luar biasa saat mengalami situasi kritis, namun tidak bisa melakukannya kembali pada situasi yang normal. Setiap orang pasti pernah mengalaminya satu atau beberapa kali dalam bentuk yang berbeda. Jika Anda juga pernah mengalami, berarti saat itu terjadi, Anda berada dalam kendali pikiran bawah sadar Anda.

Begini ceritanya. Saya adalah orang yang paling takut sama anjing, karena waktu kecil pernah digigit anjing. Suatu hari, saat masih remaja, saya dikejar anjing. Karena ketakutan, saya lari sekencang-kencangnya. Sialnya, jalan yang saya lalui adalah jalan buntu dan di depan saya ada pagar setinggi kepala saya (kira-kira 1,5 meter). Karena tidak ada pilihan lain, saya melompati pagar itu.

Pengalaman ini terulang lagi pada saat saya kelas III SMA, walau pun tidak persis sama. Waktu itu, saya dan teman-teman berwisata ke sebuah danau (lupa namanya) di Soroako. Bagian tengah danau ini sangat dalam. Ada jembatan/dermaga dari tepi danau hingga ke bagian tengah danau, kira-kira sepanjang 100-an meter dari tepi danau. Saat kami bercanda-canda di ujung dermaga, saya tiba-tiba diceburkan ke danau padahal saya sama sekali tidak bisa berenang. Ajaibnya, saya bisa mengapung dan pelan-pelan mendekati tiang dermaga lalu memanjat naik.

Saat saya dikejar anjing, sesaat sebelum melompati pagar terlintas di pikiran saya: ada pagar, lompat! Tak ada pikiran lain (atau tidak sempat memikirkan yang lain), misalnya: apakah saya bisa melompati pagar setinggi ini? Ternyata, bisa. Tapi saat saya mencobanya dalam keadaan normal (tidak dikejar anjing), saya tidak berani melakukannya. Begitu pula saat saya diceburkan di danau, sempat terlintas di benak saya sesaat sebelum masuk ke dalam air: danau ini dalam dan saya harus mengapung dan berenang. Ternyata, saya bisa melakukannya. Tapi saat saya mencoba untuk berenang kembali di kolam renang, saya tetap tidak bisa atau belum bisa berenang.

Melalui dua pengalaman ini saya berkesimpulan bahwa dua keanehan yang pernah saya alami ini, terjadi di luar kesadaran saya. Akan tetapi keduanya merupakan respon otomatis tubuh terhadap situasi atau keadaan yang mengancam keselamatan saya pada waktu itu.

Usut punya usut, akhirnya saya mengetahui bahwa manusia memiliki satu pikiran dengan dua cabang yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar (di luar kesadaran) yang saling terhubung. Pikiran sadar mampu menalar, membandingkan baik dan buruk, benar dan salah, positif dan negatif. Sebaliknya, pikiran bawah sadar tidak menalar mana yang positif dan mana yang negatif, mana yang benar dan mana yang salah.

Joseph Murphy, penulis buku tentang rahasia dan kekuatan pikiran alam bawah sadar manusia (Spektrum, 1997), menjelaskan, pikiran bawah sadar memiliki kekuatan yang luar biasa, bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. ”Dalam pikiran bawah sadar Anda terletak kebijaksanaan tak terbatas, kekuatan tak terbatas, dan persediaan tak terbatas dari segala kebutuhan Anda, yang menunggu dikembangkan dan diungkapkan,” katanya.

Hmm… mungkin inilah yang pernah terjadi pada saya, saat mengalami dua peristiwa luar biasa yang saya ceritakan tadi. Soalnya, kata Murphy, antara dua lingkup pikiran tadi memiliki kaitan yang erat. Pikiran sadar memberikan perintah kepada pikiran bawah sadar. Ketika seseorang berpikir, ”Saya bisa mencapai itu,” berarti pikiran itu perintah kepada pikiran bawah sadar. Begitu pula saat seseorang berpikir, ”Ah, saya tak mungkin bisa,” itu artinya instruksi kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakannya. Dan pada saat instruksi itu datang, pikiran bahwa sadar langsung bekerja tanpa perlu membuktikannya, dan tanpa mengenal waktu, bahkan saat kita sedang tidur pulas.

Wow, ini benar-benar luar biasa. Persoalannya, apakah kemampuan bawah sadar kita ini hanya terjadi pada saat keselamatan kita dalam keadaan terancam? Atau kita bisa mengaplikasikannya walau dalam keadaan normal. Mungkin saja bisa, tetapi tentu tidak mudah. Murphy menyarankan untuk selalu berpikir positif terhadap situasi apa pun yang terjadi, sehingga alam bawah sadar terpicu untuk melakukan hal-hal yang positif.

.

keraguan
Ragu adalah wujud pikiran negatif yang bisa melemahkan bahkan mematikan potensi pikiran bawah sadar kita…

.

Ketika kita berpikir positif, pikiran bawah sadar langsung bereaksi untuk melaksanakan gagasan positif tadi. Contoh, pada saat seseorang memikirkan tentang kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan, maka pikiran bawah sadar menerima gagasan itu dan bekerja untuk mewujudkannya. Sebaliknya, ketika seseorang berpikir negatif, seperti ketidakberdayaan,ketidakmampuan melakukan sesuatu, maka pikiran bawah sadar pun bekerja mewujudkan ide atau kesan negatif tersebut.

Lalu, apa saja tujuan memberdayakan pikiran bawah sadar? Yang paling sederhana adalah untuk mengatasi sugesti rasa takut, cemas, dan sebagainya. Tujuan lain adalah untuk penyembuhan mental, bahkan untuk penyembuhan penyakit fisik. Bahkan juga bisa untuk mengoptimalkan bisnis! Intinya: pikiran sadar dan pikiran bawah sadar harus disinkronkan. Pikiran sadar harus selalu memberikan stimulus yang positif kepada pikiran bawah sadar. Pikiran sadar harus selalu menegaskan bahwa saya bisa melakukannya! Ayo, kamu pasti bisa! [a]