trik-stochasticSCALPER adalah salah satu cara yang digunakan trader forex/komoditi untuk bertransaksi di bursa berjangka (futures). Filosofi metode ini adalah hit and run! Mengambil peluang dengan memanfaatkan momentum yang terjadi di market, dan segera keluar setelah mendapatkan profit yang diinginkan. Para scalper, selalu melengkapi transaksi mereka dengan stop loss (SL) dan limit profit (TP) yang biasanya tidak terlalu besar (berkisar antara 30 – 50 point).

Untuk memandu transaksi, kelompok ini biasanya menggunakan indikator stochastic yang dipadukan dengan garis-garis moving averages (MA). Metode trading ini cocok untuk para trader pemula atau trader-trader tertentu yang sengaja membatasi margin mereka (tidak boros margin).

Stochastic adalah indikator untuk mengetahui titik jenuh harga. Istilah yang berkaitan dengan indikator ini yaitu over bought (OB) dan over sold (OS). OB adalah keadaan pada market dengan trend up (naik), dimana harga mulai kehilangan daya dorongnya. Sebaliknya OS adalah keadaan di market dengan trend down (turun) dimana tekanan pada harga mulai berkurang. Pada situasi OB maupun OS, karena harga berada pada titik jenuhnya, sering terjadi pembalikan arah, sehingga banyak yang memanfaatkan momentum ini untuk entry market.

Sayangnya, sering terjadi kesalahan interpretasi terhadap kondisi market yang OB dan kondisi market yang OS sehingga berujung terjadinya salah posisi di market yang menyebabkan kerugian (stop loss tersentuh lebih dulu). Contoh, jika market mengalami OB, umumnya trader bersiap untuk entry SELL. Sebaliknya, jika market mengalami OS, maka trader bersiap untuk entry dengan posisi BUY. Ini tentu tidak salah, karena memang teorinya seperti itu. Hanya saja, kondisi OS dan OB berbeda pada market dengan trend side way (konsolidasi) dengan kondisi OS dan OB pada market yang bullish (naik) dan juga bearish (turun).

Pada market dengan trend side way, tidak salah entry SELL saat harga dalam kondisi OB, juga tidak salah entry BUY saat harga dalam kondisi OS. Tapi kalau prinsip ini kita aplikasikan juga pada market dengan trend bullish atau bearish, kita berpotensi mengalami kerugian.

Kenapa? Karena pada market yang bullish, jika stochastic berada pada area 0 – 20 (bawah), ini adalah pertanda awal akan terjadi perubahan dari bullish ke bearish, sehingga akan berisiko jika mengambil posisi BUY pada situasi seperti ini. Demikian juga pada market yang bearish, jika posisi stochastic berada di area 80 – 100 (atas), itu adalah gejala awal perubahan trend dari bearish ke bullish dan tidak dianjurkan untuk entry dengan posisi SELL pada situasi seperti ini.

Lalu seperti apa kondisi OB dan OS pada market dengan trend yang bullish dan bearish? Pada trend yang bullish, kondisi OS terjadi di tengah (ini merujuk pada tampilan indikator stochastic). Demikian juga pada market yang bearish, kondisi OB terjadi di tengah. Kondisi OB/OS yg dimaksud di sini adalah saat garis biru menyilang garis merah putus-putus pada tampilan indikator stochastic (OB garis biru menyilang garis merah putus-putus dari atas ke bawah, OS sebaliknya).

Bagaimana mengidentifikasi kondisi OB/OS pada chart? Pada indikator stochastic (dalam kasus ini saya menggunakan TF 5 menit pada pair xau/usd) buat satu garis di tengah (periode/level 50). Garis di tengah ini akan berfungsi sebagai poros pergerakan harga. Pada market yang bullish, saat harga turun ke area 0 – 20 (bawah), ini adalah gejala awal akan terjadi pembalikan harga. Tak lama setelah itu harga akan kembali ke area tengah (50). Jika indikator stochastic mengalami OB di area tengah ini (kadang malah tidak sampai di area tengah) dan kembali menukik ke bawah (sudah meninggalkan garis tengah), inilah saatnya untuk entry SELL.

Sebaliknya, pada market yang bearish, saat harga naik ke area 80 – 100 (atas), ini adalah gejala awal akan terjadi pembalikan arah. Tunggu harga kembali ke area tengah (50). Jika indikator stochastic mengalami OS di area tengah ini (kadang malah tidak sampai di area tengah) dan kembali menukik ke atas (sudah melewati garis tengah), inilah saatnya untuk entry BUY.

Gambar berikut ini adalah contoh aplikasi triks scalping dengan indikator stochastic pada market XAU/USD (TF5). Beberapa penjelasan di bawahnya baru saya tambahkan sebagai ‘bocoran’.

Gambar 1

stochastic-triks
Saat stohastic masuk ke area 80-100, ini adalah momentum (konfirmatornya adalah jika harga menembus garis MA kuning). Dan saat garis-garis stochastic kembali ke tengah dan mengalami OS, inilah saatnya untuk entry BUY (konfirmator entrynya adalah saat harga berada di atas garis MA ungu dan merah). PR Anda adalah mencari periode garis-garis moving yang ada pada gambar di atas, terutama yang berwarna kuning. Sengaja saya tidak menyebutkan periodenya untuk menimbulkan tekad Anda untuk mencari, karena tanpa tekad yang kuat, Anda tidak akan pernah berhasil di bisnis ini…

.

Gambar 2

8-5-13-trikscalper14
Pada gambar ini, saya tidak lagi memasukkan garis MA kuning, yang ada hanya MA ungu dan MA merah yang saya ganti warnanya dengan hijau. Perhatikan gambar, saat stohastic masuk ke area 0-20, sempat kembali mendekati garis 80 (melewati garis tengah). Saat kembali ke area 0-20, ini baru momentum. Dan saat garis-garis stochastic kembali ke tengah dan mengalami OB, inilah saatnya untuk entry SELL, konfirmator entrynya adalah saat harga berada di bawah garis MA ungu dan hijau, sesaat setelah kedua garis MA ini bersinggungan…

.

Gambar 3

8-5-13-trikscalper17
Penjelasannya seperti penjelasan pada gambar 1…

.

Gambar 4

10-5-13-trikscalper18
Penjelasannya seperti penjelasan pada gambar 2. Teman-teman, sebetulnya pada rangkaian gambar di atas ada clue yang saya sisipkan. Bagi yang teliti, pasti bisa menemukan periode gari-garis MA yang saya maksudkan. Sama sekali saya tidak ada maksud untuk ‘mengerjai’, saya hanya berpikir akan lebih baik jika teman-teman sendiri yang menemukannya dengan cara mengeksplor chart Anda…

.

Keterangan:  Lingkaran putih atas adalah level entry, lingkaran putih bawah kondisi OB/OS di tengah (relatif) pada indikator stochastic.

Trend yang saya maksud di sini, baik bullish maupun bearish, adalah trend mikro yang bisa berubah beberapa kali dalam sehari yang diamati pada Time Frame (TF) 5 menit. Walaupun mikro, pergerakannya lebih dari cukup untuk menyentuh SL dan TP jika bertransaksi dengan cara scalper.

Kesimpulan: Jika menggunakan stochastik untuk bertransaksi (TF 5 menit), pastikan dua hal berikut ini: (1) Jika Anda mengambil posisi BUY, pastikan stochastik sebelumnya mengalami OS di tengah atau sebelum mencapai area tengah (40 – 60). (2) Jika Anda mengambil posisi SELL, pastikan stochastic sebelumnya mengalami OB di tengah atau sebelum mencapai area tengah.

Agar trik ini berhasil, jangan diterapkan pada market yang side way. Market side way adalah jebakan Batman! Salah satu tanda market yang side way adalah bergerak bolak balik dalam range yang sempit. Saat mendekati atau menyentuh garis level 20, dia akan mental ke atas dan setelah mendekati atau menyentuh garis/level 80 mental lagi ke bawah. Untuk menghindari ‘jebakan Batman’ ini, tunggulah harga masuk ke area 80-100 (atas) dulu, baru tunggu harga OS di tengah untuk entry BUY. Atau tunggu harga masuk area 0-20 (bawah) dulu, lalu tunggu harga OB di tengah untuk entry SELL. Selain itu, untuk konfirmator, lihat juga tampilan indikator stochastic pada TF 15 menit dan 1 jam. Jangan entry kalau arahnya bertolak belakang (biasanya signal pada TF 5 menit selalu mengalah).

Filosofi sistem trading seperti ini adalah memanfaatkan efek momentum. Gambaran efek momentum itu seperti ini: jika suatu kendaraan (mobil), melaju dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba melakukan pengereman mendadak, mobil itu tidak akan berhenti seketika itu juga di tempat terjadinya pengereman. Mobil tersebut masih akan bergerak ke depan sebelum benar-benar berhenti meski kecepatannya berkurang.

So, jika terjadi pergerakan yg signifikan di market, maka pergerakan ini sangat berpotensi (potensial) memiliki efek momentum. Efek momentum inilah yg bisa kita manfaatkan untuk entry market secara aman tanpa harus terjebak dalam ‘jebakan Batman’ yang sangat menyebalkan! Menyebalkan karena selalu menyentuh SL lebih dulu meskipun prediksi kita sudah benar. Sering mengalami ini kan?😀

Untuk mengoptimalkan triks scalper dengan indikator stochastic ini, Anda bisa memadukannya dengan garis MA seperti yang saya jelaskan pada rangkaian gambar di atas. Temukanlah periode garis-garis MA tersebut dan Anda akan tersenyum melihat hasilnya! Ujilah terlebih dahulu trik ini pada akun demo, sebelum digunakan pada akun real. Adapun cara mengujinya, baca artikel ini: Trading harus pakai sistem, bukan intuisi. [a]

NB:

Artikel ini hanya dimaksudkan untuk berbagi, khususnya kepada trader pemula yang masih mencari-cari sistem trading yang tepat. Sistem trading ini adalah hasil pengamatan penulis selama kurang lebih lima tahun terakhir memelototi chart xau/usd siang dan malam. Sistem ini adalah sistem yang paling cocok buat penulis, dari ratusan sistem trading yang telah penulis uji. Meski demikian, sistem ini belum tentu cocok untuk kalian. Walau demikian, saya berharap sistem ini dapat menginspirasi kalian untuk menemukan sistem trading yang paling sesuai.

Sering-seringlah kembali ke artikel ini, karena artikel ini akan selalu diupdate dengan bocoran-bocoran yang pastinya bermanfaat. Yang punya pertanyaan, silakan lewat komentar. Jika tread ini ramai, penulis akan mempertimbangkan untuk membagi satu sistem trading lagi yang merupakan pengembangan dari sistem ini. Hanya saja, sistem trading yang saya maksud ini membutuhkan jarak stop loss yang lebih lebar, namun jarak limit profitnya juga lebih dahsyat.😀  Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini……

Guys, berhubung pembaca artikel ini ternyata lumayan banyak (ga banyak2 amat sih), maka saya memutuskan untuk membuat blog baru yang khusus membahas tentang perdagangan forex, dengan nama solusiforex.com. Saya berharap kita bisa berinteraksi secara lebih intens di blog tersebut.🙂