PAKAR seksolog Dr. Naek L. Tobing mengungkapkan, alat kelamin pria bisa mengalami penyusutan seiring dengan bertambahnya usia, dan resiko penyusutan organ vital pria ini bertambah jika organ tersebut jarang digunakan. “Alat kelamin memang dapat menyusut karena faktor usia, tapi dia juga bisa menyusut kalau tidak pernah atau jarang digunakan,” ujar Naek, lulusan Sex Educator dan Sex Counselor di State University Minessota, Amerika Serikat. So, berhati-hatilah, terutama bagi pria yang masih menjomblo hingga usia 40 tahun-an dan jarang melakukan masturbasi karena semakin tua usia seseorang maka semakin tua pula organ-organ tubuhnya, dan tanpa disadari, penurunan fungsi organ juga terjadi pada alat vitalnya.

Ihwal mengenai penyusutan penis seiring bertambahnya usia ini didukung hasil studi yang dimuat dalam Journal of Sexual Medicine. Irwin Goldstein, MD, dari Alvarado Hospital, Amerika Serikat, mengatakan, testis pada pria akan mengalami penyusutan pada usia sekitar 40 tahun. “Bila pria di usia 30-an saat ereksi ukuran penisnya mencapai 6 inci, di usia 60-70 tahun panjangnya hanya sekitar 5 inci,” kata Goldstein. 

Penyebab penyusutan ukuran atau mengecilnya penis seiring bertambahnya usia pada dasarnya adalah berkurangnya elastisitas lapisan kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi. Namun hal ini, bisa diantisipasi dengan cara melakukan hubungan seks yang teratur dengan pasangan. Naek L. Tobing mencontohkan, pria lanjut usia yang masih melakukan seks dengan pasangannya memiliki penis lebih besar ketimbang yang sudah jarang berhubungan intim. “Coba saja cek pria-pria yang sudah berumur 60 tahun dan jarang melakukan seks dengan istrinya, pasti alat kelaminnya lebih kecil dibanding pria seumuran itu tapi masih melakukan seks,” ujarnya.

Memang benar, makin tua seorang pria makin berkurang kemampuannya melakukan hubungan intim karena hormon testosteron dalam tubuhnya semakin menipis. Agar kondisi ini tidak mengakibatkan libido menurun dan ukuran penis mengecil (apalagi jika sampai terjadi impotensi dan masalah sirkulasi darah di penis), pria yang sudah ‘berumur’ disarankan untuk tetap berhubungan seks secara teratur dengan isteri. “Kata siapa semakin tua nggak bisa melakukan seks lagi? Itu hanya masalah keyakinan diri atau pede saja. Ada juga kok pasangan yang sudah 70 tahun lebih tapi masih senang melakukan seks,” kata Naek seraya menambahkan: “Bagi yang belum berpasangan tidak usah ragu melakukan maturbasi jika sudah tidak tahan. Jangan punya anggapan kebanyakan masturbasi bisa berbahaya, itu nggak bener. Prinsipnya gampang aja, use it or lose it. Tapi jika ingin lebih aman, sebaiknya segerakanlah menikah,” pungkasnya.

.

oral-seks2
Merawat penis agar ukuran dan kekuatannya tetap terjaga adalah salah satu bentuk respek pada pasangan (isteri). Penis bermasalah bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga…

.

Selain berkurangnya elastisitas lapisan kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi, penyebab lain mengecilnya penis adalah penumpukan deposit lemak, khususnya di perut bagian bawah di sekitar penis, yang menyebabkan aliran darah ke penis terhambat dan menyebabkan ereksi yang terjadi tidak maksimal. Hal ini umumnya dikeluhkan oleh pria yang mengalami obesitas (kelebihan berat badan) alias kegendutan.

Kesimpulan: Ada 2 (dua) faktor yang menyebabkan ukuran penis mengecil. Pertama, faktor usia yang menyebabkan berkurangnya elastisitas lapisan kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi. Kedua, timbunan lemak di bagian bawah perut yang menghambat aliran darah ke penis saat ereksi. Proses penyusutan penis akibat dua faktor ini akan berlangsung lebih cepat jika penis tidak atau jarang digunakan. Dengan demikian, cara yang paling baik dan mudah mempertahankan ukuran penis agar tidak mengecil, ya tetap digunakan (jangan dibiarkan nganggur terlalu lama). Selain itu, olah raga dengan teratur untuk mengatasi ‘masalah obesitas agar timbunan’ lemak di perut bagian bawah, di sekitar penis, tidak menghambat aliran darah ke penis saat ereksi. [a]

<<Penasaran soal seks dan orgasme? Klik Seks & Kesehatan!>>