JIKA Anda sering mengalami sakit gigi dan gusi, mulai saat ini Anda harus rajin merawat gigi. Hasil penelitian menunjukkan, penyakit gigi dan gusi bisa memicu penyakit jantung koroner. Bakteri pada gusi berpeluang menjadi penyebab tiga penyakit sistemik, yaitu diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, dan masalah penggumpalan darah. Namun dari ketiganya, yang paling cepat terpengaruh adalah penyakit kardiovaskular karena bakteri dalam gigi dapat langsung masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah. Hal ini dikemukakan oleh Drg. Melanie Sadono dan Dr. A. Sari Mumpuni, Sp Jp dalam Semiloka bertajuk Gigi dan Mulut sebagai Focal Infection Penyakit Kardiovaskular.

Dijelaskan, pasien dengan penyakit gusi berdarah harus lebih berhati-hati karena bakteri pathogen yang ada dalam gigi (dan mulut pada umumnya) dapat ikut masuk ke aliran darah melalui jantung. Bakteri yang beredar tersebut dapat menyebabkan peradangan pada dinding pembuluh darah koroner yang dapat menimbulkan aterosklerosis.

Infeksi gusi yang berdarah, menyebabkan bakteri dapat memasuki aliran darah dan selanjutnya terjadi peningkatan kadar faktor-faktor peradangan dalam darah seperti fibrinogen, c-reaktif protein, dan beberapa hormon protein. Bakteri dalam aliran darah juga dapat tersangkut pada katup jantung abnormal atau kerusakan jantung lain. Jika ini terjadi, maka dapat menyebabkan endokarditis bakterialis yang dapat merusak atau menghancurkan katup jantung. Seseorang berisiko terkena bakteriemia jika sebelumnya sudah mempunyai kelianan jantung, memiliki katup jantung buatan, katup yang rusak akibat penyakit reumatik, defek katup jantung, atau kardiomiopati hiertrofi.

Sejauh ini memang belum ada hasil penelitian yang menunjukkan hubungan langsung antara bakteri dalam mulut dengan penyakit kardiovaskular. Namun, dari sebuah otopsi yang dilakukan terhadap pasien yang meninggal karena penyakit jantung, ternyata, sebanyak 54 persen di antaranya mengalami masalah periodontal. Untuk itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh merupakan hal penting untuk kesehatan pada umumnya, dan dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular. Yang harus diantisipasi adalah plak pada gigi yang merupakan sumber utama dan sarang bakteri pathogen yang dapat mengganggu jaringan gusi (periodontal).

Sementara itu, jika seseorang menjalani perawatan gigi dan sudah tercatat sebagai penderita penyakit kardiovaskular, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum menjalani perawatan gigi. Jika seseorang mengalami serangan jantung, tunggu sampai minimal 6 bulan sebelum menjalani perawatan gigi. Tidak boleh mengkonsumsi obat antikoagulan karena dapat menyebabkan perdarahan saat dilakukan prosedur pembedahan mulut. Beberapa obat hipertensi dapat mengakibatkan mulut kering atau mengganggu indra pengecap, golongan kalsium antagonis, kadang dapat menyebabkan gusi membengkak dan menebal, hingga sulit mengunyah.

Jika prosedur gigi membutuhkan tindakan anestesi, hati-hati jika obat anestesi yang digunakan mengandung epinefrin. Penggunaan epinefrin pada beberapa pasien hipertensi dapat menyebabkan perubahan kardiovaskular, angina (nyeri dada), serangan jantung, dan aritmia. Perawatan gigi untuk penderita penyakit jantung sebaiknya dilakukan di rumah sakit atau klinik dengan peralatan monitor kardiovaskular. [a]

(sumber: transferfactor.blogdetik.com)