MENGAPA wanita sering berpura-pura orgasme ketika berhubungan seks dengan pasangannya? Jawabnya antara lain karena tidak ingin mengecewakan pasangan, atau kelelahan, atau wanita tersebut hanya ingin mencari keintiman (bukan orgasme), atau sang wanita kehilangan minat melakukan hubungan seksual. Sebenarnya hal seperti ini tak perlu terjadi kalau saja pasangannya memperhatikan tiga aspek dalam berhubungan seks. Tunjukkan rasa sayang dan perhatian, berikan rangsangan dengan lembut, dan penetrasi yang perlahan tapi berlangsung lebih lama.

Hasil survei di Inggris menunjukkan, 80% wanita memilih mendapatkan pasangan yang ‘tidak mahir’ bercinta namun perhatian dan penyayang, dibanding lelaki yang hebat bercinta namun jahat dan kejam. Mereka menganggap, keahlian bercinta adalah keahlian yang bisa dilatih dan ditingkatkan.

Wanita juga menyukai sentuhan yang lembut dan mereka sangat menikmati jika titik rangsangan di tubuhnya dieksplorasi oleh pasangannya. Bahkan banyak wanita lebih menyukai foreplay daripada seks yang sebenarnya dan orgasme. Kenapa demikian? Karena untuk beberapa wanita, hal-hal seperti ciuman, pelukan dan belaian jauh lebih mendatangkan kepuasan dibandingkan dengan apa yang Anda lihat dari film porno.

Selanjutnya lakukan penetrasi yang perlahan tapi lama. Wanita ibarat pelari maraton yang membutuhkan kesabaran dan ketrampilan mengatur irama dan kecepatan hingga menembus garis finis. Wanita butuh waktu lebih lama untuk mereguk nikmatnya sensasi orgasme.

Jika tiga hal itu dikombinasikan, yaitu perlakuan yang penuh kasih sayang dan perhatian, rangsangan (sentuhan) yang lembut di seluruh tubuhnya dan penetrasi yang perlahan dan terus menerus, kebanyakan wanita akan sepenuhnya terpuaskan di akhir sesi percintaan.

.

tubuh-wanita
Wanita menyukai sentuhan yang lembut dan mereka sangat menikmati jika titik rangsangan di tubuhnya dieksplorasi oleh pasangannya…

.

Nah, bagaimana agar hubungan seks yang Anda lakukan senantiasa membuat wanita (isteri) selalu merindukan Anda? Beberapa fakta berikut ini perlu Anda perhatikan.

1 Tidak semua wanita senang orgasme G-spot
Memang benar banyak wanita menginginkan orgasme g-spot. Tapi pada beberapa wanita, rangsangan pada area g-spot (dengan cara yang benar sekalipun), akan menghasilkan sensasi yang sangat tidak nyaman. Misalnya merasa ingin buang air kecil secara tiba-tiba atau merasakan nyeri.

2 Semua pria bisa membuat pasangannya orgasme
Pria akan selalu merasa bangga pada dirinya sendiri jika mampu membuat pasangannya mengalami orgasme. Pada dasarnya semua pria bisa melakukannya, namun orgasme pada wanita terletak pada wanita itu sendiri. Terkadang ada wanita yang sulit mengalami orgasme secara vaginal, maka sang pria harus berusaha membuat pasangannya orgasme dengan cara yang lain, misalnya dengan memberikan rangsangan pada klitoris.

3 Keintiman lebih dari segalanya
Seks memang terasa menyenangkan, tapi esensi dari aktivitas berhubungan seks sesungguhnya adalah keintiman. Beberapa wanita lebih menyukai foreplay karena hal-hal seperti ciuman, pelukan dan belaian jauh lebih mendatangkan kepuasan baginya dibandingkan berhubungan seks yang sebenarnya.

4 Orgasme vaginal sama baiknya dengan orgasme klitoral
Seperti membandingkan apel dan jeruk, baik orgasme vaginal maupun klitoral sama-sama menyenangkan dan menghasilkan kadar kepuasan yang sama bagi wanita. Satu alasan mengapa orgasme vaginal dianggap sebagai ekstasi yang turun dari alam adalah karena jarangnya itu terjadi. Secara statistik, diperkirakan 30% dari wanita tidak pernah mengalaminya dan hanya 30% yang mengalami itu secara teratur.

5 Wanita tak selalu mengalami ejakulasi
Wanita dapat mengalami ejakulasi, dan beberapa di antaranya bahkan bisa lebih kuat (dan juga dengan volume yang lebih banyak) daripada pria. Namun ini merupakan suatu hal baru yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, walaupun terdapat banyak bukti yang mendukung klaim tersebut. Wanita berejakulasi lewat saluran kencing, sama seperti halnya pria. Ejakulasi pada wanita mengandung cairan yang ‘mirip’ cairan ejakulasi pada pria. Umumnya wanita mengalami ejakulasi jika G-spot-nya dirangsang, tetapi tidak semua wanita dapat mengalami ejakulasi. Jadi jika pasangan Anda tidak mengalami ejakulasi, jangan anggap dia tidak menikmati hubungan seks. [a]

(disarikan dari berbagai sumber)