PUNCAK dari aktivitas berhubungan seks adalah orgasme (kenikmatan seksual). Kualitas orgasme sangat menentukan tingkat kepuasan seks. Umumnya pria (suami) bisa mengalami orgasme setiap kali berhubungan seks. Sedangkan wanita (isteri), ada yang bisa mengalami orgasme, ada pula yang sulit mencapai orgasme.

Pada pria (suami), tanda orgasme yaitu keluarnya sperma dari penis (disebut juga dengan istilah ejakulasi). Keluarnya sperma didahului dengan adanya kontraksi otot (terutama di penis) yang disertai rasa nyaman. Sensasi rasa nyaman ini terus berlanjut selama proses keluarnya sperma. Sedangkan pada wanita (isteri), orgasme juga ditandai dengan adanya kontraksi otot berirama terjadi di bagian 1/3 terluar dari vagina, juga pada uterus (rahim) dan anus. Kontraksi otot yang pertama sangat kuat, terjadi dengan kecepatan yang sedikit lebih cepat dari 1 detik atau sekitar 0,8 detik. Kontraksi berikutnya kekuatannya akan berkurang atau melemah dan terjadi pada kecepatan yang lebih lambat (melambat). Sebuah orgasme yang ringan bisa memiliki 3 sampai 5 kali kontraksi (denyut), sedangkan orgasme yang kuat bisa mencapai 10 sampai 15 kali kontraksi (denyut).

Sensasi orgasme pada wanita mulanya dengan rasa tegang sesaat, yang dengan cepat diikuti perasaan menyenangkan yang biasanya dimulai pada klitoris (ada juga yang menyebutnya kelentit) dan dengan cepat menyebar ke panggul. Wanita menjadi lebih sadar terhadap kontraksi pada vaginanya ketika penis pasangannya masih ada di vaginanya dibanding saat vaginanya kontraksi sendiri. Ada pun tanda-tanda fisiknya: klitoris ‘menghilang’ karena tertarik keatas akibat kontraksi orgasme klitoral, otot-otot di seluruh tubuh berkontraksi selama orgasme (bukan hanya yang berada di daerah panggul) menyebabkan kejang-kejang (terutama pada otot tungkai), otot vagina juga mengalami kejang (akibat kontraksi) menyebabkan seakan penis dicengkram oleh vagina, dan rahim akan terdorong ke atas sehingga menyebabkan penis seperti terhisap. Beberapa ciri tambahan pada orgasme wanita adalah terjadinya flushing, yaitu kemerahan pada payudara atau muka (wajah). Nafas dan denyut jantung juga menjadi lebih cepat, mengeluarkan suara mendesah, dan jari-jari tangannya akan mencengkram kuat (atau memeluk pasangannya dengan erat).

Pada saat wanita mengalami orgasme, nafas dan denyut jantungnya menjadi lebih cepat, mengeluarkan suara mendesah, dan jari-jari tangannya akan mencengkram kuat…

Beberapa wanita akan mengeluarkan atau menyemprotkan cairan dari urethra mereka selama orgasme (biasanya terjadi pada orgasme G-Spot). Para peneliti masih mencari tahu apakah yang dikeluarkan itu merupakan urine atau cairan ejakulasi. Yang jelas, para wanita mengalami orgasme yang sangat kuat ketika hal itu terjadi. Sesuatu yang merupakan dambaan wanita dari aktivitas berhubungan seks.

Idealnya, orgasme dicapai bersamaan, sehingga pada saat itu kedua pihak bisa saling mengekspresikan kenikmatan yang dialaminya. Namun karena wanita bisanya lebih lambat mengalami orgasme (antara 3 – 15 menit), sebaiknya pihak pria mengontrol ejakulasi agar wanita mengalami orgasme lebih dulu. Jika pria tak bisa mengontrol ejakulasi menyebabkan ia mengalami orgasme lebih dulu, maka ia sebaiknya melanjutkan rangsangan pada alat vital pasangannya dengan cara lain agar pasangannya bisa mengalami orgasme.

Mengapa? Tentu saja karena orgasme bukan saja hak pria, tapi juga penting untuk pasangan. Wanita yang sering mengalami orgasme dalam kehidupan seksualnya, akan memiliki ciri awet muda. Sedangkan yang susah orgasme cenderung sensitif dan mudah marah. Oleh karena itu, jika wanita susah mengalami orgasme, sebaiknya memberi tahu pasangannya untuk mencari jalan keluarnya. Untuk diketahui, orgasme itu banyak jenisnya. Jika seorang wanita tidak bisa merasakan orgasme vagina secara optimal, bisa mencoba orgasme lainnya.

.

wanita-orgasme
Wanita yang sering mengalami orgasme dalam kehidupan seksualnya, akan memiliki ciri awet muda. Sedangkan yang susah orgasme cenderung sensitif dan mudah marah. Anda termasuk yang mana nih?

.

Berikut ini beberapa jenis orgasme yang bisa dirasakan wanita:

Orgasme Clitoral 
Wanita bisa mengalami orgasme jika klitorisnya, diberi rangsangan. Potensi ini tidak dimiliki semua wanita, dan karena keunikannya kadang membuat pasangan ‘penasaran’.

Orgasme G-Spot 
Adalah orgasme yang diperoleh wanita melalui penetrasi mendalam dan biasanya diperoleh pada posisi misionaris atau doggie style. Tidak harus punya mr P yang besar dan panjang untuk mencapai orgasme tipe ini, yang paling penting adalah posisi berhubungan yang tepat. Area g-spot pada wanita juga bisa distimulasi dengan jari (baca juga: Orgasme G-Spot, Seperti Melayang di Awan!).

Orgasme Blended 
Adalah kombinasi dari clitoral orgasm dan g-spot orgasm di mana orgasme diperoleh melalui stimulasi klitoris dan area g-spot pada vagina wanita.

Active Orgasm
Adalah orgasme yang hanya bisa dicapai apabila terjadi penetrasi mendalam dan permainan yang cukup lama dan variatif sehingga merangsang area g-spot pada vagina untuk menghasilkan reaksi maksimal. Ini adalah orgasme susulan yang bisa diperoleh wanita.

Multiple Orgasm
Tidak semua wanita bisa memperoleh multiple orgasm atau orgasme berkali-kali. Dibutuhkan kerja sama yang baik dengan pasangan. Pasangan harus benar-benar tahu dan memahami area tubuh mana saja yang harus distimulasi. Dan selain itu, setelah orgasme pertama dicapai, pasangan harus kembali melakukan stimulasi pada bagian tubuh lain sehingga orgasme datang sambung menyambung….

Sequential Orgasm
Ini adalah orgasme yang bisa bertahan lama dengan trik tertentu. Bisa dicapai dengan bantuan pasangan. Bimbinglah pasangan untuk melakukan gerakan dan sentuhan ke bagian-bagian tubuh yang diinginkan sampai mendapatkan sensasi rasa yang diinginkan. Nah, masih penasaran? Klik Seks & Kesehatan! [a]

(disarikan dari berbagai sumber)