Mano_bertemu_bundaWAJAR kalau sekarang ada istilah ‘Lebih Cepat, Lebih Baik’. Selama ini, pemerintah memang selalu lambat merespon masalah-masalah yang seharusnya mendapat respon segera, seperti dalam kasus Manohara dan kasus Ambalat, dua kasus yang sedang ramai dibicarakan dalam konteks hubungan RI – Malaysia.

Dalam kasus Manohara, Kantor Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur seharusnya bisa berinisiatif menyelesaikan masalah ini secepat mungkin. Tapi yang terjadi KBRI justru terkesan ‘membiarkan’ masalah ini berlarut-larut dan tidak jelas. Kita baru mendapatkan titik terang, saat Manohara berhasil ‘membebaskan diri’ setelah mendapatkan bantuan Kepolisian Singapura. Untuk pertama kalinya kita mendapatkan pengakuan dari Manohara bahwa ia memang mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Yang lebih mengecewakan, Manohara sempat meminta bantuan emergency ke Kantor KBRI di Singapura, tapi ditolak karena hari libur. Empati dan sikap responsif justru ditunjukkan Kantor Kedutaan AS di Singapura. Bantuan dari KBRI di Singapura baru ditunjukkan setelah Kepolisian Singapura mempertemukan Manohara dengan ibundanya, dengan memberi paspor sementara bagi Manohara.

Saya teringat, banyak kasus ‘pelecehan’ atau ‘perbuatan tak menyenangkan’ yang dialami TKI di Singapura dan Malaysia. Wajar saja, wong KBRI yang seharusnya membela kepentingan mereka, kurang responsif terhadap masalah-masalah yang mereka alami!

Salah satu Kapal Perang Malaysia yang 'mondar-mandir' di sekitar perairan Ambalat (foto: detiknews.com)
Salah satu Kapal Perang Malaysia yang ‘mondar-mandir’ di sekitar perairan Ambalat (foto: detiknews.com)

Sementara itu, dalam kasus Ambalat, kita bisa menyaksikan dengan jelas dari laporan di televisi, bagaiamana Kapal Perang Malaysia ‘mempermainkan’ KRI Untung Suropati di perairan sekitar Ambalat. Bukan cuma sekali, tapi dilakukan berulang-ulang. Bagaimana respon pemerintah? Hanya menyayangkan sambil mengancam. Sebagai pembanding, beberapa waktu lalu, sebuah kapal (bukan kapal perang) dari China (berbendera China) yang sebagian awaknya dari Indonesia, masuk ke wilayah perairan Rusia secara tak sengaja. Tak ada ampun, kapal itu ditembak (ditenggelamkan)! Tanpa bermaksud mendukung salah satu calon presiden, pemerintah kita memang lambat! [a]