SBY_BudionoAKHIRNYA pasangan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan calon wakil presiden Budiono resmi dideklarasikan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jumat (15/05) malam. Kegiatan ini terinspirasi dari pendeklarasian calon presiden AS Barack Obama dan berlangsung meriah. Simbol duet capres – cawapres ini adalah ‘SBY – Berboedi’ kependekan dari SBY Bersama Boediono.

Dalam pidatonya SBY tidak banyak berjanji. SBY mengatakan, pemerintahan yang dipimpinnya adalah pemerintahan yang nyata, bukan wacana. Meski dalam menyelesaikan masalah tidak bisa secepat kilat. “Saya bukan Superman,” lanjut SBY yang disambut tepuk tangan hadirin. Ia melanjutkan, jika terpilih lagi, dia akan terus bekerja untuk rakyat. “Persoalan bangsa semakin kompleks, tapi kita akan terus bekerja,” katanya.

Sementara itu, Budiono menyadari diri tengah menjadi sorotan publik. Dalam pidatonya ia menyampaikan terimakasih pada SBY. “Izinkan saya secara tulus ucapkan terima kasih yang mendalam kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang telah menunjuk saya untuk mendampingi beliau dalam Pilpres nanti,” ujarnya. Penunjukan dirinya ini, dinilai Boediono sebagai kehormatan yang luar biasa baginya. Terlebih belum pernah sekalipun Boediono memimpikan duduk menjadi calon pemimpin bangsa. “Sejak awal merintis karir sebagai ekonom, tidak pernah ada cita-cita menduduki jabatan puncak di negeri ini,” kata Boediono yang saat pidato didampingi oleh SBY.

Budiono didampingi SBY saat menyampaikan pidato dalam Deklarasi SBY – Berboedi di Sabuga, Jumat (15/05) malam

Boediono juga menampik tudingan bahwa dirinya adalah penganut konsep neoliberalisme. Ia menegaskan bahwa Indonesia masih butuh peran negara. Ekonomi Indonesia tidak bisa hanya didasari pada perilaku pasar bebas.  “Tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke pasar bebas. Selalu diperlukan intervensi dengan aturan main yang jelas dan adil, untuk itu perlu lembaga pelaksana yang efektif. Itu yang harus dilakukan negara,” katanya. Namun ia juga menegaskan bahwa negara juga tidak boleh berperan terlalu jauh karena akan mematikan kreativitas.

‘SBY Berboedi’ adalah kandidat terkuat dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. Duet ini didukung oleh: Partai Demokrat, PAN, PKS, PKB, PPP, dan sejumlah parpol kecil yang tak lolos ke parlemen. Total suara sah secara nasional mencapai 51,72% lebih dengan ekuatan kursi DPR 56,07%.

Tiga partai yang sebelumnya ‘protes keras’ atas pemilihan Budiono sebagai cawapres SBY yakni PKS, PPP dan PAN akhirnya menyetujui. Tokoh ketiga partai ini terlihat hadir dalam deklarasi ‘SBY – Berboedi’. Rupanya, selama ini mereka hanya menggertak sambal untuk menaikkan posisi tawar mereka!😀 [a]