deklarasi_JK_WirantoTUGU Proklamasi menjadi saksi deklarasi pasangan calon presiden (capres) Jusuf Kalla (JK) dan calon wakil presiden (cawapres) Wiranto yang berlangsung Minggu (10/05). Motto duet ini adalah ‘Lebih Cepat, Lebih Baik dan Berkarya dengan Hati Nurani’. Hampir semua petinggi Partai Golkar dan Partai Hanura yang mengusung pasangan ini hadir bersama ribuan massa berkaus kuning dan orange di area deklarasi.

Dalam deklarasi itu, Calon Presiden Jusuf Kalla menegaskan kembali visi dan misi yang diusung pasangan JK – Wranto, yakni visi ekonomi kerakyatan dan kemandirian ekonomi nasional. Hal itu diamini oleh Cawapres Wiranto. Mereka berdua berjanji untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai tuan di negerinya sendiri. Apakah bangsa Indonesia sejauh ini belum menjadi tuan di negeri sendiri? Menurut JK – Wiranto belum. Sebabnya masih banyak TKI yang bekerja di luar negeri hanya sebagai pembantu rumah tangga dan buruh kasar. Karena itu, jika keduanya terpilih maka yang akan dilakukannya adalah menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang mandiri.

Duet JK – WIRANTO telah resmi dideklarasikan Minggu (10/05). Akankah duet ini jadi ‘kuda hitam’ dalam Pemilihan Presiden Juli mendatang?

Lalu bagaimana peluang pasangan pasangan JK – Wiranto di tengah tingginya popularitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)? Mari kita lihat survei yang dilakukan oleh Lembaga Riset Informasi (LRI) yang diumumkan baru-baru ini. Survei dilakukan LRI pada tanggal 3 hingga 7 Mei 2009 lalu di 33 provinsi di Indonesia dengan jumlah responden 2.066 orang. Pemilihan responden menggunakan teknik sampling multi-stage cluster dan kuesioner dibuat secara terstruktur. Tingkat kepercayaan survei ini diklaim mencapai 95 persen dengan margin error 2,2 persen.

Menurut hasil survei ini, SBY masih menempati posisi/urutan pertama. Namun dalam soal kemajuan, JK-Wiranto menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Dalam survei ini SBY dipasangkan dengan Hidayat Nur Wahid (HNW). Hasilnya:  SBY – HNW dipilih 36,2 persen, JK – Wiranto 27,6 persen, Mega-Prabowo 19,1 persen, dan sisanya 17,1 persen belum menentukan pilihan. Kalau SBY memilih profesional sebagai cawapres dalam hal ini Budiono (Gubernur BI), hasilnya tak jauh berbeda, yakni SBY – Boediono dipilih 32,1 persen responden, JK – Wiranto 27,3 persen, Megawati-Prabowo 20,2 persen (hasil survei lengkap dapat dilihat di sini).

Yang menarik dari survei ini adalah popularitas JK – Wiranto yang naik secara signifikan. Apa artinya? Pasangan JK – Wiranto, walau tidak diunggulkan, bisa jadi ‘kuda hitam’. [a]