daisyMANOHARA Odelia Pinot, seorang model cantik dari Indonesia yang dipinang pangeran dari negeri Kelantan – Malaysia bernama Temenggong Muhammad Fakhry. Satu bulan terakhir ini, Manohara ramai diperbincangkan di jagad maya ini lantaran masalah yang dialaminya. Entahlah, mungkin juga Manohara saat ini baik-baik saja, tidak seperti yang kita sangka. Saya tertarik menulis tentang Manohara karena saya melihat masalah ini mulai jadi ‘prahara’ dan sebentar lagi akan jadi ‘huru hara’….

Adalah Daisy Fajarina, ibunda Manohara, yang menghawatirkan keadaan anaknya. Beberapa kali ia mencoba menemui anaknya di Kerajaan Kelantan sana, namun tidak diijinkan masuk oleh pihak imigrasi Malaysia. Lalu memuncaklah kegelisahan Daisy terhadap anaknya Manohara. Ia menduga anaknya telah dianiaya, salah satu bagian tubuhnya disilet-silet dan lain sebagainya. Dugaan ini menimbulkan empati, lalu terjadilah aksi unjuk rasa sejumlah orang di depan kantor Kedutaan Malaysia di Jakarta, mendukung upaya Daisy. Jika hal ini terus berlanjut, bisa jadi akan muncul aksi unjuk rasa yang lebih besar, yang bisa menyebabkan hubungan RI – Malaysia terganggu.

Sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa sebagai wujug keprihatinan atas kasus Manohara

Sebagai isteri pangeran, Manohara Odelia Pinot mungkin tidak mendapat ijin meninggalkan istana untuk menemui ibunya di Indonesia. Tapi larangan bagi Bunda Daisy untuk masuk ke Malaysia telah dicabut, lalu apa lagi masalahnya? Mengapa masalah ini masih saja berlanjut….

Kalau Manohara baik-baik saja, mengapa ia tak boleh bertemu ibunya? (foto: toughlane.blogspot.com)
Kalau Manohara baik-baik saja, mengapa ia tak boleh bertemu ibunya? (foto: toughlane.blogspot.com)

Pemerintah harus proaktif, khususnya Kantor Kedutaan Indonesia di Malaysia. Bantulah bunda Daisy untuk bertemu pihak kerajaan Kelantan agar masalah ini cepat selesai. Beliau hanya perlu bertemu Manohara untuk memastikan keadaan anak manisnya itu baik-baik saja, untuk memastikan apakah benar bagian tubuh tertentu Manohara tidak disilet-silet seperti dugaannya maupun isu yang beredar selama ini.

Dan, kalau benar bagian tubuh tertentu dari Manohara terdapat bekas luka sayatan silet, maka itu adalah bukti nyata kekerasan dalam rumah tangga yang dialami Manohara. Bukti itu sudah cukup bagi Pemerintah Indonesia untuk membawa pulang Manohara.

Tapi kalau pihak Kerajaan Kelantan tetap tak mau mempertemukan Manohara dengan ibundanya, maka utuslah satu staf wanita dari Kantor Kedubes RI di Malaysia untuk meminta kesaksian Manohara di istana. Jika ini pun tak dibolehkan, berarti isu bahwa Manohara telah dianiaya patut  dibenarkan.

Kita semua, bukan hanya bunda Daisy, tentu tak rela Manohara dianiaya, apalagi sampai bagian tubuhnya ada yang disilet-silet, walaupun oleh seorang Pangeran sekalipun! [a]