rani_julianiTIBA-tiba saja nama Rani Juliani menjadi terkenal bak artis sinetron. Foto gadis berusia 22 tahun ini beberapa kali muncul di TV (layar kaca), menghiasi halaman depan koran dan ‘mejeng’ di sejumlah website berita. Rani disebut-sebut sebagai saksi kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen yang diduga melibatkan salah seorang pejabat tinggi negara, yaitu Antasari Azhar (Ketua KPK).

Entah di mana sekarang Rani berada. Mudah-mudahan ia bersama keluarganya sedang ‘diamankan‘ oleh pihak kepolisian. Sebagai saksi kasus pembunuhan, apalagi yang diduga melibatkan pejabat tinggi negara, Rani memang harus dilindungi. Sebab selama aktor intelektual di balik kasus pembunuhan itu masih bebas berkeliaran, bukan tak mungkin Rani turut dibunuh sebagai upaya untuk menghilangkan jejak.

Siapakah Rani ini? Dan bagaimana ia bisa terlibat dalam kasus ini? Rani hanyalah seorang karyawan biasa, bekerja sebagai caddy girl di Modernland, tempat Nasrudin (dan mungkin juga Antasari) biasa main golf. Menurut informasi yang beredar, terjadi ‘cinta segi tiga’ antara mereka. Entahlah, para tetangganya mengatakan bahwa Rani memang telah dinikahi (secara siri) oleh pria bernama Zul (Nasrudin Zulkarnain). Tapi  belakangan Rani juga disebut-sebut ‘dekat’ dengan Antasari Azhar walaupun asumsi ini kemudian dibantah oleh Antasari.

Rani Juliani, seorang blogger saksi kunci keterlibatan Antasari Azhar dalam kasus pembunuhan Nasrudin Sulkarnaen (sumber: http://rani-juliani.blogspot.com)
Rani Juliani, seorang blogger saksi kunci keterlibatan Antasari Azhar dalam kasus pembunuhan Nasrudin Sulkarnaen (sumber: http://rani-juliani.blogspot.com)

Menurut rumors yang berkembang, Nasrudin tak menyukai Antasari mendekati Rani, tapi Nasrudin tak bisa berbuat apa-apa karena Antasari mengancam akan melaporkan keberadaan Rani pada isteri Nasrudin. Inilah awal dari konflik antara Nasrudin dan Antasari. Rumors lainnya menyebutkan bahwa Nasrudin memergoki Rani (isteri sirinya) berselingkuh dengan Antasari dan berhasil mendapatkan bukti berupa foto mesra keduanya. Berbekal foto mesra itulah Nasrudin kemudian ‘memeras’ Antasari. Singkat kata, Antasari mengirim sms yang bernada mengancam. Belum jelas apakah SMS ini benar-benar ada dan apakah SMS ini benar-benar berasal dari Antasari walaupun di dalamnya ada inisial nama Antasari dan ini pernah diperlihatkan Nasrudin pada kuasa hukumnya.

Entah rumors yang beredar itu benar atau tidak? Yang pasti, Nasrudin Zulkarnaen dibunuh usai bermain golf di Kawasan Lapangan Golf Modernland pada Sabtu 14 Maret lalu. Ia ditembak dua kali saat berada di dalam mobilnya dalam perjalanan pulang. Peluru mengenai jendela mobil, lalu mengenai pelipis kirinya, satu lagi bersarang di bagian leher dan menembus batang otaknya. Nasrudin sempat dibawa ke RS Mayapada, kemudian dirujuk ke RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Minggu, 15 Maret, nyawanya tak tertolong lagi.

Belum jelas apa motif pembunuhan ini. Namun diduga bermotif asmara. Tapi juga, bisa jadi, pembunuhan Nasrudin ada kaitannya dengan kasus korupsi yang ia laporkan. Dalam hal ini Ia adalah korban dari upaya menghilangkan jejak dari oknum pelaku korupsi.

Nasrudin dan Antasari saling mengenal. Antasari mengakui, beberapa waktu terakhir, Nasrudin sering memberikan informasi pada KPK mengenai satu atau beberapa kasus korupsi, misalnya kasus yang melibatkan PT Mitra Rajawali Indonesia (perusahaan induk PT PRB). Antasari pun menyebut Nasrudin termasuk pihak yang dilindungi. Sayangnya, Antasari gagal melindungi kliennya itu. Sayangnya lagi, Antasari diduga terkait dalam pembuhuhan Nasrudin yang seharusnya ia lindungi. Jika ini benar, maka kasus ini adalah bukti lemahnya perlindungan saksi di Indonesia.[a]

Catatan: kasus ini sedang dalam proses penyidikan oleh Polri, belum ada putusan final mengenai siapa pelaku dan aktor intelektual di balik kasus ini.