jk_winLEBIH cepat lebih baik, ini slogan Jusuf Kalla (Pak JK) saat masa kampanye belum lama ini. Barangkali ini memang watak dari Pak JK yang berlatar belakang sebagai pengusaha. Ia sekali lagi membuktikan slogannya itu dengan menjadi yang pertama kali mendeklarasikan pen-capresan-nya. Pak JK mantap memilih Pak Wiranto, Ketua Umum DPP Partai Hanura, sebagai cawapresnya. Kedua tokoh ini secara resmi telah diumumkan ke publik sebagai pasangan capres dan cawapres yang meramaikan pemilihan presiden 2009. Sedikit pun tak ada keraguan di wajah kedua tokoh ini saat pendeklarasian mereka yang berlangsung kemarin (1 Mei 2009).

Baik Pak JK maupun Pak  Wiranto, keduanya terlihat begitu yakin dan optimis. Dari sudut pandang geo politik, Pak JK mewakili masyarakat sipil dan luar Jawa, sedangka Pak Wiranto berlatar belakang militer dan representasi Jawa. Tapi, kalau boleh saya katakan, kedua tokoh ini adalah tokoh yang jauh dari semangat primordialisme. Keluarga yang mereka bina adalah keluarga gado-gado. Pak JK, misalnya, isterinya berasal dari Padang (Sumatra Barat). Tiga orang anaknya menikah dengan orang Jawa. Pak Wiranto juga begitu, isterinya berasal dari Sulawesi. “Jadi saya ini sudah sangat berpengalaman bekerja sama dengan orang Sulawesi,” ujar Wiranto dengan nada bercanda.

Saat pengumuman pasangan Capres Jusuf Kalla dan Cawapres Wiranto

Dari segi kemampuan, Pak JK dan Pak Wiranto saling mengisi. Keduanya sarat pengalaman di pemerintahan karena pernah menjabat sebagai menteri. Pak JK bahkan masih menjabat sebagai Wakil Presiden, sementara Pak Wiranto selain pernah menjadi Panglima ABRI, juga pernah menjadi calon presiden.

Pak JK sangat menguasai hal-hal yang berkaitan dengan masalah ekonomi dan kesejahteraan rakyat, termasuk dalam menangani konflik dan bencana. “Pak JK cepat sekali bertindak dalam menangani konflik di Ambon, Poso dan Aceh dan ia berhasil,” kata Pak Wiranto.

Sementara itu, Pak Wiranto sangat piawai pada urusan pertahanan dan keamanan negara serta urusan dalam negeri (birokrasi). “Sebagai [mantan] Panglima, Pak Wiranto telah teruji ketegasannya sejak lama,” kata Pak JK membalas pujian Pak Wiranto.

Ditilik dari sudut pandang apa pun, asal tetap objektif, kedua tokoh ini merupakan kombinasi yang ideal. Tanpa mengurangi rasa hormat pada pasangan capres dan cawapres lainnya, Pak JK dan Pak Wiranto adalah kandidat yang layak untuk dipilih memimpin negeri ini. Setidaknya pasangan ini telah terbukti ‘lebih cepat’. Soal ‘lebih baik’, rakyatlah yang akan menjawabnya pada pemilihan presiden Juli mendatang! [a]