flu_babiBELUM hilang dalam ingatan kita bagaimana penyakit flu burung berjangkit di dunia (termasuk di Indonesia) dan menyebabkan sejumlah orang menjadi korban dan jutaan ternak unggas dimusnahkan. Kini, masyarakat dunia kembali dikejutkan dengan munculnya virus flu babi di Meksiko. Seperti flu burung, flu babi juga berjangkit dengan cepat sehingga wabah flu babi di Meksiko menjadi ancaman bagi seluruh penduduk dunia.

Apa sebenarnya penyakit flu babi itu? Flu babi adalah penyakit pernapasan yang menjangkiti babi yang disebabkan oleh influenza tipe A. Wabah penyakit ini pada babi rutin terjadi dengan tingkat kasus tinggi namun jarang menjadi fatal. Penyakit ini cenderung mewabah di musim semi dan musim dingin tetapi siklusnya adalah sepanjang tahun. Sebenarnya flu babi tidak menjalar pada manusia, meski kasus sporadis juga terjadi dan biasanya pada orang yang berhubungan dengan babi. Catatan mengenai kasus penularan dari manusia ke manusia juga sangat jarang. Gejala flu babi pada manusia serupa dengan gejala-gejala flu musiman manusia.

Merebaknya virus flu babi di Meksiko harus jadi perhatian dunia. Karena terbukti, virus flu babi ini telah menjangkiti manusia. Sejauh ini setidaknya ratusan orang dilaporkan telah meninggal akibat wabah ini di Meksiko dan lebih dari seribu orang lainnya terkena penyakit mematikan ini. Hal ini membuat Meksiko dalam posisi siaga. Warga kota diperintahkan menggunakan masker wajah. Pejabat berwenang telah memerintahkan penutupan sejumlah tempat umum seperti sekolah, museum, perpustakaan, dan gedung bioskop.

Wabah Flu Babi di Meksiko (foto: AFP/detikNews)
Wabah Flu Babi di Meksiko (foto: AFP/detikNews)

Badan kesehatan dunia (WHO) memperingatkan kasus-kasus di Meksiko (dan Amerika Serikat) berpotensi menyebabkan pandemi global dan menegaskan situasi ini serius. Akan tetapi, WHO juga mengatakan masih terlalu dini untuk menilai situasi ini secara akurat. Saat ini, WHO mengatakan dunia hampir mendekati situasi pandemi flu dibandingkan tahun-tahun sejak 1968, dan tingkat ancamannya adalah tiga dari skala enam. Tidak ada yang tahu dampak pandemi penyakit ini sepenuhnya, namun para pakar memperingatkan korban tewas bisa mencapai jutaan orang di seluruh dunia. Pandemi flu Spanyol, misalnya, yang dimulai tahun 1819 dan juga disebabkan oleh virus H1N1, menewaskan jutaan orang.

Berita baiknya, kasus-kasus di Amerika Serikat sejauh ini memperlihatkan gejala-gejala ringan. Parahnya wabah di Meksiko kemungkinan disebabkan oleh faktor wilayah yang tidak biasa yang kecil kemungkinan terjadi di wilayah lain di dunia. Akan tetapi, fakta bahwa sebagian besar korban berusia muda menunjukkan satu hal yang tidak baisa. Sebab biasanya flu musiman cenderung melanda kaum berusia tua. Mengenai pengobatan pada kasus flu babi, bisa menggunakan dua jenis obat yang biasa digunakan untuk mengobati flu, yaitu Tamiflu dan Relenza. Kedua jenis obat ini cukup efektif dalam mengatasi kasus-kasus flu yang terjadi sejauh ini dan tersedia cukup termasuk di Indonesia. Ilmuwan Amerika telah mengembangkan satu vaksin baru, namun diperlukan waktu untuk menyempurnakannya dan juga memproduksi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan.

Flu babi yang sekarang berjangkit di Meksiko berbeda dengan jenis flu burung yang menyebabkan kematian di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ini. Jenis flu babi ini adalah H1N1 jenis baru, sementara flu burung adalah H5N1.

Kemungkinan flu babi mewabah di Indonesia?

Penyakit flu babi yang disebabkan oleh swine influenza virus sejauh ini sudah menewaskan ratusan nyawa di Meksiko. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama mengatakan, virus flu babi berpotensi mewabah di negara lain, termasuk Indonesia. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit flu babi, seperti dilansir Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Beberapa langkah tersebut antara lain:

  • Tutupi hidung dan mulut Anda dengan tisu jika Anda batuk atau bersin. Kemudian buang tisu itu ke kotak sampah.
  • Sering-seringlah mencuci tangan Anda dengan air bersih dan sabun, terutama setelah Anda batuk atau bersin. Pembersih tangan berbasis alkohol juga efektif digunakan.
  • Jangan menyentuh mulut, hidung atau mulut Anda dengan tangan.
  • Hindari kontak atau berdekatan dengan orang yang sakit flu. Sebab influenza umumnya menyebar lewat orang ke orang melalui batuk atau bersin penderita.
  • Jika Anda sakit flu, CDC menyarankan Anda untuk tidak masuk kerja atau sekolah dan beristirahat di rumah.

Di Meksiko, negara yang paling parah dilanda wabah flu babi ini, pemerintah mengeluarkan imbauan bagi warganya untuk tidak berciuman, meski hanya cium pipi. Pemerintah Meksiko juga mengimbau untuk tidak berada di antara kerumunan orang banyak serta tidak berdekatan dengan orang lain yang sakit.  [a]

(disarikan dari berbagai sumber antara lain: BBC Indonesia, detikNews, Okezone.com dan Inilah.com)