arjuna1ARJUNA adalah nama seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia dikenal sebagai sang Pandawa yang menawan parasnya dan lemah lembut budinya. Arjuna memiliki karakter yang mulia, berjiwa kesatria, imannya kuat, tahan terhadap godaan duniawi, gagah berani, dan selalu berhasil merebut kejayaan sehingga diberi julukan “Dananjaya”. Musuh seperti apapun pasti akan ditaklukkannya, sehingga ia juga diberi julukan “Parantapa”, yang berarti penakluk musuh. Itulah secuil deskripsi tentang Arjuna.

Dalam konteks politik Indonesia, kita seperti melihat sosok Arjuna itu pada diri Susilo Bambang Yudhoyono yang akrab disapa Pak SBY, karena dua hal yaitu ‘kesatria’ dan ‘menarik’. Pada pemilu legislatif 2009 yang baru saja berlangsung, Partai Demokrat, binaan Pak SBY, tampil sebagai juara mengantongi sekitar 20% suara pemilih rakyat Indonesia. Ke-kesatria-an Pak SBY ini, terbukti, membuat lawan-lawan politiknya tak berdaya. Tapi kemenangan Partai Demokrat tidaklah mutlak karena belum mencapai 50% lebih..

Untuk mendapatkan legitimasi yang kuat, Partai Demokrat harus menggalang koalisi dengan partai lain hingga pada hitung-hitungan akhirnya dapat ditafsirkan sebagai representasi mayoritas rakyat Indonesia. Sebagai partai pemenang, tentu ini bukan hal yang susah bagi Demokrat. Daya tarik Pak SBY, sang Arjuna, telah terbukti ampuh di mata pemilih. Dan tentulah akan berlanjut pada fase penjajakan koalisi ini. Apalagi daya tariknya bertambah oleh bau (aroma) kue kekuasaan yang mulai terendus karena tingginya elektibilitas Pak SBY.

.

presiden-sby1
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Popularitasnya sebagai tokoh nasional tak tertandingi….

.

Tak mengherankan kalau sejumlah partai seolah ‘berebut’ untuk mendekati sang Arjuna. Sekadar memberi contoh, di antara partai yang berebut itu ada PKB, PBB, PKS, dan Golkar. Dua partai terakhir ini, malah terlihat saling sikut, karena sama-sama memiliki ‘jagoan’ untuk diajukan sebagai wakil Pak SBY dalam menjalankan tugasnya. Partai-partai lain, sejauh ini masih malu-malu, seperti PAN dan PPP seta sejumlah parpol kecil lainnya.

Pak SBY sendiri sangat membutuhkan partai-partai lain sebagai mitra koalisi agar bisa menjalankan tugasnya sebagai presiden, tanpa gangguan yang berarti dari lawan-lawan politiknya di parlemen. Bukan apa-apa, pada periode sebelumnya, sang Arjuna ini sempat digoyang habis oleh kekuatan lawannya di parlemen. Saat itu Pak SBY memang berhadapan dua kekuatan signifikan yang menjadi oposisi di parlemen, yaitu Golkar dan PDIP. Untungnya, pada waktu itu, Pak JK, wakil Pak SBY, terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Dan sejak itu, Partai Golkar yang beroposisi balik haluan mendukung pemerintah. Maka selamatlah sang Arjuna! [a]