KAMPANYE DEMOKRATFEBRUARI lalu, ketika suhu politik di tanah air mulai memanas, saya menulis sebuah ramalan politik tentang Pemilu Legislatif 2009 (Ramalan Politik Orang Awam). Dalam artikel ini, saya memperkirakan bahwa Partai Demokrat dan Partai Golkar akan bersaing ketat untuk memenangkan pesta rakyat lima tahunan itu. Hari ini, ketika pencontrengan telah dilakukan, ketika rakyat baru saja menyalurkan aspirasi politiknya di TPS, Demokrat dan Golkar bertengger di urutan teratas hasil quick count yang dilakukan oleh dua lembaga survei.

Beberapa hari yang lalu, saya coba mengerucutkan prediksi saya melalui artikel saya yang lain: Demokrat Spektakuler, Golkar Menang. Tapi kali ini saya salah, karena Partai Demokrat ternyata tidak hanya spektakuler, tapi juga tampil sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2009 (setidaknya untuk sementara ini karena hasil resmi pemilu legislatif  2009 dari KPU belum diumumkan).

Hal lain yang juga menarik pada pemilu legislatif kali ini, adalah kecenderungan pemilih yang mulai meninggalkan partai-partai berbasis agama. Ada beberapa fakta yang dapat dijadikan argumen. PKS yang semula optimis mendapatkan 15% suara, ternyata hanya mendapatkan setengahnya. PPP mengalami penurunan suara yang tajam. PBB, walau masuk 10 besar tapi terancam tak lolos parliamentary treshold (PT). PDS (Partai Damai Sejahtera) malah, hampir pasti, tak lolos PT. Kecenderungan lainnya yang juga menarik adalah semakin banyak partai kecil yang tak lolos PT. Ini artinya, lembaga legislatif semakin sedikit diwarnai bendera partai politik. Tentu saja ini adalah kecenderungan yang positif dan mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran bagi para penggiat partai politik, khususnya parpol kecil.

Lalu, dari mana tambahan suara yang begitu banyak buat Partai Demokrat? Demokrat memenangkan Pileg di DKI Jakarta, menandakan bahwa mayoritas swing voters memberikan suaranya pada partai ini. Perolehan suara partai kecil dibanding pemilu 2004 juga cenderung turun, artinya, sebagian masuk ke Demokrat. Demikian juga perolehan suara partai berbasis agama, sepertinya, juga masuk ke pundi suara Demokrat. Hanya PKS dan PAN yang tidak terlalu terpengaruh oleh ‘daya tarik’ Demokrat (hanya saja perolehan suara dua partai ini tak mengalami peningkatan berarti). Sementara itu, dua pendatang baru, Gerindra dan Hanura, cukup sukses mendapatkan suara. Tapi, pada sisi lain, dua partai ini berhasil menggembosi Partai Golkar menyebabkan perolehan suara partai ini yang sebagian tersedot ke Demokrat, semakin terjerembab. Nasib PDI Perjuangan, sama saja, sebagian pemilihnya juga beralih ke Demokrat.

Hikmah dari hasil pemilu legislatif ini 2009, tentu saja, masyarakat menganggap kinerja pemerintah 2004 – 2009 sangat baik. Mudah-mudahan 2009 – 2014 lebih baik lagi! [a]