logo-pemilu_13PADA pemilu 1994 saya Golput, pemilu 1999 saya pilih Partai Persatuan Pembangunan (PPP), pada pemilu 2004 saya coblos Partai Amanat Nasional (PAN), dan pemilu kali ini, Bismillah, saya contreng partai… (ah kan rahasia!).

Yang ingin saya sharing, sebetulnya, adalah pengalaman saya mencontreng hari ini. Kira-kira pukul 09.00 WITA saya bersama isteri mengunjungi tempat pemungutan suara (TPS), sekitar 150 meter dari rumah. Saat tiba di TPS, sudah banyak warga yang antri menunggu giliran. Dalam hati saya bersyukur, rupanya masih banyak warga yang mau menggunakan hak pilihnya. Buktinya di TPS dekat rumah saya ini, warga cukup antusias bahkan rela antri untuk mencontreng. Tapi kok harus antri?

Pemilu yang lalu-lalu, rasanya gak pernah antri selama ini. Setelah selidik sana, selidik sini, rupanya pada pemilu kali ini memang agak ribet… terutama waktu membuka (empat) surat suara, mencari caleg yang akan dicontreng (juga calon anggota DPD) dan melipatnya kembali hingga memasukkannya ke kotak suara. Mana banyak pemilih yang sudah tua…. Dan memang benar, karena ketika tiba giliran saya, cukup lama saya di dalam bilik suara. Kini saya paham, mengapa pada pemilu kali ini agak lama dan harus antri….

Plong rasanya…. Aspirasi politik telah disalurkan. Soal bagaimana hasilnya, saya hanya bisa berharap makin banyak anggota legislatif yang jujur![a]