nabi-adamhawaSAMPAI saat ini saya meyakini bahwa Nabi Adam as adalah manusia yang langsung diciptakan oleh Allah SWT, dalam arti kehadirannya di dunia bukan karena dilahirkan sebagaimana lazimnya manusia. Tapi apakah Nabi Adam as adalah manusia pertama, ini yang masih membuat saya bertanya-tanya.

Dalam usaha mencari jawaban, saya menemukan ‘perbedaan’ antara fakta yang ada di bumi dengan sejarah penciptaan Adam yang diceritakan dalam Quran (al-Baqarah ayat 30). Ketika Allah Swt akan menciptakan (Nabi) Adam, para malaikat berkata: “Apakah Engkau hendak menjadikan orang (manusia) yang merusak dan menumpahkan darah di sana (bumi), sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?” Lalu dijawab oleh Allah SWT: “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Respon malaikat atas rencana penciptaan Adam mengindikasikan malaikat sudah pernah menyaksikan dan mengamati tabiat manusia, sebelum nabi Adam as diciptakan. Dan jika demikian, berarti nabi Adam as bukanlah manusia pertama yang menghuni di bumi.

Sekarang mari kita telusuri fakta sejarah tentang manusia di bumi. Fosil cro magnon dengan volume otak seperti sekarang, ditemukan di Jerman dan Prancis, usianya 40.000 tahun. Lalu Homo Sapien yang tahun lalu fosilya ditemukan di Flores NTT (Indonesia) oleh peneliti Australia sudah berusia 70.000 tahun. Jika menengok lebih kebelakang, ada Homo Erectus Soloensis yang fosilnya ditemukan di Sangiran Sragen Indonesia, usianya sekitar 1 juta tahun. Manusia Homo Erectus Soloensis adalah manusia purba tertua yang sempurna sebagai manusia, dalam artian mereka sudah berbudaya, dapat berburu, membuat api dan membuat perkakas dari batu/tulang.

.

fosil-sangiran
Salah satu fosil manusia purba yang ditemukan di Sangiran, Sragen. Manusia pra sejarah yang pernah ada tidak ada yang terbukti merupakan hasil evolusi dari primata (sejenis kera). Manusia purba dan primata adalah dua ciptaan yang berbeda. Primata adalah hewan dan tidak bisa berevolusi menjadi manusia…

.

Jika Nabi Adam AS adalah manusia pertama, berarti ia lebih tua dari Homo Erectus Soloensis yang berusia sekitar satu juta tahun itu. Atau dengan kata lain, Homo Erectus Soloensis, Homo Sapien, dan Cro Magnon adalah keturunan Nabi Adam AS. Ini sulit diterima secara logika. Sebabnya, Nabi Adam diciptakan dalam keadaan sempurna sebagai manusia, cerdas karena mengetahui banyak hal yang tidak diketahui malaikat maupun iblis. Bahkan dalam Quran dijelaskan, karena kecerdasan Nabi Adam itulah, maka malaikat akhirnya bersujud padanya atas perintah Allah SWT, sesuatu yang tidak dilakukan iblis (yang kemudian menyebabkan iblis dilaknat Allah SWT).

Nah, kalau kecerdasan Nabi Adam mengalahkan malaikat, bagaimana mungkin keturunannya seperti Homo Erectus Soloensis, yang baru dapat membuat perkakas dari batu/tulang serta hidup berburu. Anak-anak Nabi Adam saja, Qabil dan Habil, sudah bercocok tanam dan beternak (ketika keduanya berselisih dalam memilih isteri, Allah SWT memerintahkan keduanya untuk memberikan kurban. Qabil mempersembahkan gandum yang kualitasnya buruk dan Habil mempersembahkan domba terbaiknya).

Selain itu, rentang waktu dari Nabi Adam hingga hingga saat ini, membuktikan bahwa manusia purba yang pernah ada, baik itu Cro Magnon, apalagi Homo Sapiens, terlebih lagi Homo Erectus Soloensis sudah ada jauh sebelum Nabi Adam as diturunkan ke bumi.

Berdasarkan keterangan dari Kitab Injil/Perjanjian Lama (Kejadian, Keluaran, Galatia dan Raja Raja), rentang waktu dari Nabi Adam hingga Nabi Isa (Yesus) adalah 4.168 tahun. Rinciannya adalah jarak waktu sejak Nabi Adam as diciptakan hingga peristiwa banjir besar di jaman Nabi Nuh as adalah 1656 tahun (saat peristiwa ini terjadi Nabi Nuh as berusia 600 tahun). Rentang waktu dari peristiwa banjir besar ini sampai peristiwa bencana Sodom-Gomora di jaman Nabi Ibrahim as dan Nabi Luth as adalah 390 tahun (terjadi 9 bulan sebelum Nabi Ishak as lahir). Jarak peristiwa bencana Sodom-Gomoro sampai migrasi Nabi Yakub as dana anak cucunya (bani Israil) yang berjumlah 70 orang dari Kanaan ke Mesir adalah 190 tahun (terjadi saat Nabi Yusuf as telah menjadi Gubernur di Mesir).

Rentang waktu dari migrasi bani Israil ke Mesir dan kembali lagi ke Kanaan yang berjumlah 600.000 jiwa adalah 430 tahun (peristiwa ini terjadi saat bani Israil dipimpin oleh Nabi Musa as dan dikejar oleh Firaun). Rentang waktu dari eksodusnya bani Israil kembali ke Kanaan  sampai pembangunan Rumah Tuhan oleh Raja Solomo (Nabi Sulaiman as) adalah 480 tahun (terjadi pada tahun ke-4 pemerintahan Raja Salomo). Rentang waktu dari pembangunan Rumah Tuhan oleh Raja Solomo hingga runtuhnya kerajaan Yehuda (Yerussalem) oleh agresi Raja Nebukadnezar (Babylonia) adalah 436 tahun. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-19 masa pemerintahan Raja Nebukadnezar. Dalam peristiwa ini Raja Yerusalem terakhir (Raja Zadekia), pejabat dan sebagian besar rakyatnya ditawan dan dibawa ke Babylonia, inilah yang disebut masa pembuangan Bani Israil yang dalam sejarah dunia tercatat pada tahun 586 SM. Dengan demikian, rentang waktu sejak Nabi Adam diturunkan ke bumi hingga tahun 1 Masehi adalah 4168 tahun, jadi rentang waktu dari jaman Nabi Adam hingga saat ini adalah (sekitar) 6.177 tahun (wallahu alam, Anda boleh percaya, boleh tidak percaya).

Lebih dapat diterima oleh logika, jika dikatakan: manusia yang dikenali oleh malaikat sebagai manusia yang senang membuat kerusakan dan saling menumpahkan darah, itulah Homo Erectus Soloensis, Homo Sapien dan Cro Magnon. Mereka memang memiliki tabiat senang bermusuhan dan saling membunuh, tapi apakah benar para manusia purba itu yang dimaksudkan oleh malaikat?

.

monyet-galau
Kalau manusia adalah hasil evolusi dari kera, maka seharusnya binatang ini sudah punah semua karena perubahan bentuk dalam proses evolusi terjadi demi menjaga kelangsungan hidup. Ternyata, kera masih ada sampai sekarang…

.

Kalau kita mengatakan benar, seolah-olah kita mengakui bahwa Nabi Adam as dan kita semua adalah keturunan dari manusia purba yang pernah ada itu. Atau mungkin memang seperti itu? Dengan kata lain keberadaan manusia purba itu adalah bagian dari proses panjang penciptaan manusia, dan Nabi Adam adalah ‘hasil akhir’ yang kemudian disempurnakan Allah Swt. dengan diberikan ilmu, untuk selanjutnya ditunjuk sebagai khalifah pertama di bumi. Wallahu alam… Manusia-manusia purba yang pernah ada memang tidak ada yang terbukti merupakan hasil evolusi dari primata (sejenis kera). Manusia purba dan primata adalah dua ciptaan yang berbeda. Primata adalah hewan dan tidak akan pernah bisa berevolusi menjadi manusia (dalam hal ini, teori evolusi yang dikemukakan Charles Darwin bahwa manusia berasal dari primata adalah sesat/menyesatkan dan tidak pernah bisa terbukti atau dibuktikan).

Lalu bagaimana sebenarnya penjelasan Quran terhadap penciptaan Nabi Adam as. Sebagaimana dijelaskan dalam Quran surah Ali Imran ayat 59: Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah dia (hal ini diperkuat dengan surah lainnya yakni An Nisa ayat 1, Al Hujarat ayat 13 dan Al A’raf 189). Untuk diketahui, Nabi Isa as lahir ke dunia melalui (dilahirkan) oleh ibundanya, Maryam.

Kalau Nabi Adam kita posisikan sebagai manusia pertama yang diciptakan, maka kita cenderung menganggap manusia-manusia purba yang ada sebelumnya merupakan salah satu jenis binatang yang menyerupai manusia. Lalu manusia yang mana lagi, yang dimaksudkan oleh malaikat yang pernah ada sebelum Nabi Adam as diciptakan, yang digambarkan senang bermusuhan dan saling membunuh?

.

Samyaza
Dalam Kitab Henokh diceritakan tentang para ‘mahluk dari langit’ dan pemimpin mereka bernama Samyaza yang turun ke bumi dan memperistri anak perempuan manusia. Dari mereka, kemudian lahirlah raksasa-raksasa jahat yang melahap semua makanan manusia di bumi, dan saling membunuh…

.

Ada satu analisis lainnya mengenai kemungkinan adanya manusia sebelum Nabi Adam as diturunkan ke bumi, hanya saja analisis ini terdengar seperti mitos. Namun karena sumbernya adalah Kitab Henokh yang diduga ditulis oleh Nabi Idris as, maka analisis ini patut dibaca. Untuk lebih jelasnya baca artikel ini: Nabi Idris menulis tentang Lemuria? Intinya adalah, pernah ada peradaban di bumi  dengan pengetahuan dari Surga, peradaban yang melibatkan ‘mahluk dari langit’ dengan manusia yang ada di bumi. Peradaban ini sendiri merupakan efek dari ‘pemberontakan’ yang terjadi di langit, yang kemudian dimusnahkan oleh Sang Pencipta dan ditenggelamkan.

Pada akhirnya kita hanya bisa meyakini bahwa Nabi Adam as merupakan manusia pertama yang sempurna dan dikehendaki (ditakdirkan) oleh Allah Swt. untuk menjadi khalifah di bumi. Tulisan ini sebenarnya didasarkan pada kekhawatiran akan kemungkinan adanya (kelompok) manusia lain di bumi saat Nabi Adam as diturunkan ke bumi. Ada sejumlah pertanyaan yang cukup mengusik, misalnya, mengapa ada kelompok manusia di bumi yang peradabannya begitu majunya, sementara di belahan lain ada yang masih sangat terbelakang….😦

Selanjutnya yang juga menarik untuk ditelusuri adalah bagaimanakah proses diturunkannya Nabi Adam as dan Hawa ke bumi? Apakah mereka diturunkan di tempat yang sama? Di bagian manakah di bumi ini mereka diturunkan/ditempatkan? Bagaimana proses berkembangnya keluarga Nabi Adam? Siapa saja putra-putri mereka? Baca sejarahnya pada artikel: Keluarga Pertama di Bumi (Kisah Adan & Hawa). [a]

Untuk membaca artikel terkait, klik Manusia & Alam. Bagi yang tertarik menelusuri jejak dinosaurus di bumi, klik ini: Dinosaurus, Kenangan Pra Sejarah….

Referensi tulisan ini: (1) Quran (surah al-Baqarah, Ali Imran, An Nisa, Al Hujarat, Al A’raf)