dibalik_swasembada_beras1REFORMASI politik di Indonesia telah dimulai dan masih berlangsung hingga saat ini. Euforia yang menyertainya pun masih dapat dirasakan, salah satunya dalam pesta demokrasi alias pemilihan umum (pemilu). Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja muncul banyak partai politik di negeri ini. Walau banyak yang tidak lolos parliamentary treshold, mereka bermunculan kembali bak jamur tumbuh di musim hujan.

Karena diikuti banyak partai, pemilu tidak menghasilkan partai pemenang dengan perolehan suara mayoritas. Akibatnya siapa pun presiden terpilih, terpaksa membentuk kabinet bersama atau kabinet gotong royong untuk menciptakan stabilitas dalam pemerintahannya.

Dalam hal-hal tertentu, kabinet gado-gado sukses meredam suara oposisi yang mengkritisi pemerintah, setidaknya sampai menjelang pemilu. Mendekati pelaksanaan pemilu, kabinet gado-gado mulai menampakkan muka aslinya. Para pelaksana pemerintahan yang berasal dari partai yang berbeda mulai unjuk gigi masing-masing. Tujuannya tentu saja untuk merebut simpati pemilih.

Alhamdulillah, tahun ini Indonesia bisa mewujudkan swasembada beras. Ini adalah prestasi pemerintah. Partai Demokrat mengklaim keberhasilan itu, sebagai prestasi pemerintah yang dipimpin SBY yang berasal dari Partai Demokrat. Partai lain yang juga terlibat dalam kabinet gado-gado tidak disebut-sebut!Akhirnya, JK, sang wakil presiden dari Partai Golkar yang selama ini dipercaya untuk memimpin tim ekonomi kabinet, ‘unjuk rasa’. Ia pun muncul di TV mengkampanyekan swasembada beras merupakan keberhasilan tim ekonomi pemerintah yang banyak terdiri atas kader-kader terbaik Partai Golkar. Tapi kampanye swasembada beras ala Partai Golkar membuat merah kuping Partai Keadilan Sejahtera. Pasalnya, menurut mereka, swasembada beras merupakan hasil kerja keras Departemen Pertanian yang dipimpin oleh Menteri Anton Apriantono dari PKS. Tak mau kalah, mereka ‘unjuk gigi’ juga di TV. [a]