presiden-sbySETELAH media ramai-ramai memberitakan ‘perceraian’ SBY – JK, spekulasi mengenai siapa yang akan mendampingi SBY dalam pilpres 2009 mendatang mulai bermunculan. Ada empat nama yang beredar. Siapa mereka?

Pertama, Hidayat Nurwahid (HN) dari PKS. Partai Demokrat memang sudah lama mengincar HN untuk diduetkan bersama SBY. Bagi PKS sendiri, paket SBY – HN adalah satu dari tiga opsi. Opsi lainnya, HN diplot sebagai cawapres berpasagan dengan JK, serta HN maju sebagai capres jika perolehan suara PKS dalam Pemilu legislatif memungkinkan. 
Komuniksi politik PKS dengan Partai Demokrat memang tidak seintensif komunikasi politik PKS dengan JK dari Partai Golkar. Kendati demikian, dari komunikasi politik yang dibangun PKS dengan Partai Golkar, tidak tertutup kemungkinan PKS pada akhirnya lebih memilih SBY.

Dalam suatu kesempatan yang belum lama berlalu, PKS menjamin HN akan diduetkan dengan JK, jika Partai Golkar menjamin tidak ada kadernya yang tampil sebagai capres atau cawapres selain JK, sehingga partai beringin itu solid mendukung JK dalam pilpres 2009 (tidak seperti yang terjadi pada pilpres 2004). Persyaratan yang diajukan PKS ini sangat sulit dipenuhi oleh Golkar. Pasalnya, partai ini sedikitnya memiliki tiga kader yang juga berambisi untuk menjadi capres atau cawapres selain JK. Sri Sultan HBX sejauh ini masih menyatakan ingin menjadi capres. Surya Paloh ada kemungkinan berduet dengan Megawati. Akbar Tanjung, punya kesempatan untuk mendampingi SBY.

Kedua, Soetrisno Bahir (SB) dari Partai Amanat Nasional (PAN). Daya tarik SB untuk dipilih menjadi pendamping SBY memang sedikit di bawah daya tarik HN. Namun PAN bisa jadi partner koalisi yang baik bagi Partai Demokrat, seandainya PKS akhirnya memilih merapat ke Partai Gokar (JK). Bagi SB sendiri, opsi sebagai cawapres mendampingi SBY di pilpres 2009 adalah hal yang lebih realistis.

Ketiga, Khairul Tanjung (KT). Nama ini ‘dihembuskan’ oleh salah seorang rekan KT, Dahlah Iskan. KT sendiri adalah bos dua stasiun TV swasta nasional dan dianggap memiliki kemampuan yang ‘mirip’ dengan JK (pengusaha sukses) sehingga sangat tepat mendampingi SBY, jika SBY – JK tidak berduet lagi pada pilpres 2009. KT juga dianggap tepat karena mewakili aspirasi masyarakat luar jawa (non Jawa).

Keempat, Akbar Tanjung (AT) dari Partai Golkar. AT juga dianggap tepat mendampingi SBY karena mewakili aspirasi masyarakat non Jawa. Selain itu, sebagai kader senior Partai Golkar, AT tentu memiliki massa pendukung. AT secara eksplisit sudah menyatakan kesediaannya jika diduetkan dengan SBY pada Pilpres 2009, tapi pada saat yang sama, ia juga menyatakan kesiapannya berdampingan dengan Megawati, capres PDI Perjuangan.

Sejauh ini, hanya empat nama ini yang digosipkan akan mendampingi SBY dalam Pilpres 2009. Namun setelah pemilu legislatif 9 April 2009 nanti, nama-nama itu bisa saja berubah. [a]