KONFLIK Israel – Palestina makin menegaskan kecenderungan negara-negara Arab (Timur Tengah) yang susah untuk bersatu. Jika saja mereka bersatu, agresi Israel terhadap Palestina mungkin tidak akan terjadi.

Inilah kelemahan nasionalisme, dan merupakan salah satu inspirasi perjuangan teman-teman Hizbut Tahrir. Tapi perkembangan dunia dewasa ini memang seperti itulah. Menunggu para tokoh Arab ini bersatu dalam satu bendera Khilafah, rasanya tidak mungkin. Yang masih mungkin terjadi adalah mengharapkan mereka menekan egoisme mereka untuk satu kepentingan: menyelamatkan Palestina!

Ketika Rasulullah SAW dalam “perjalanan” menerima perintah Sholat (Peristiwa Isra’ Miraj), Masjid Aqsa adalah salah satu yang dilaluinya. Sekarang, lokasi masjid tersebut sudah berada di luar wilayah Palestina. Padahal, berdasarkan pembagian wilayah yang dilakukan oleh PBB, Masjid Aqsa masih berada dalam wilayah Palestina. Seharusnya kondisi ini sudah cukup kuat untuk mengundang keprihatinan pada tokoh Arab ini dan selanjutnya diharapkan menyatukan langkah untuk menyelamatkan situs bersejarah itu agar tetap berada di wilayah Palestina.

Tapi apa daya, menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina saja, mereka mempersoalkan siapa yang layak menyalurkan bantuan itu: apakah Hammas atau otoritas Palestina. Ya Allah, apakah gerangan yang terjadi dengan para pemimpin muslim yang ada di dunia ini? [a]