Pelajaran Pemilu 2009: (3) tentang koalisi partai…

kartun-koalisiISTILAH politik dagang sapi, mulai sering disebut menjelang pemilu legislatif, setelah pemilu legislatif hingga mendekati pemilihan presiden dan mencapai puncaknya setelah pemilihan presiden, atau saat pembentukan kabinet. Makna dari istilah ini sebenarnya merujuk pada koalisi partai yang berujung pada pembagian ‘kue’ kekuasaan jika calon presiden yang diajukan koalisi partai ini menang dalam pemilihan presiden. Kartun (karikatur) yang dibuat oleh Agus (www.inilah.com) ini, sangat tepat menggambarkan masalah koalisi atau pembagian ‘kue’ kekuasaan.

Koalisi partai adalah suatu keniscayaan mengingat pemilu di Indonesia menggunakan sistem multipartai yang tidak memungkinkan adanya partai yang mayoritas. Koalisi dimaksudkan agar pemerintahan yang terbentuk mendapat dukungan signifikan di parlemen, untuk mengimbangi kekuatan oposisi (berseberangan dengan penguasa). Pasca pemilu legislatif, seperti saat ini, adalah masa penjajakan koalisi. Partai-partai politik mulai rajin ber-’silaturahmi’ satu sama lain untuk menjajaki kemungkinan berkoalisi. Perolehan suara mereka dalam pemilu legislatif menjadi bahan pertimbangan selain kecocokan platform dan visi misi partai. 

Mengapa koalisi partai sampai diistilahkan dengan ‘politik dagang sapi’? Para politisi sebenarnya kurang senang dengan istilah ini karena berkonotasi negatif. Tapi istilah ini justru muncul sebagai respon dari perilaku politisi oportunis yang dengan pertimbangan untuk ‘ikut berkuasa’ memilih berkoalisi dengan partai tertentu yang memiliki peluang besar untuk memenangkan pemilihan presiden dan membentuk kabinet.

Tidak jarang, sikap politisi oportunis itu bertentangan dengan kecenderungan para pemilihnya sehingga perilaku mereka terkesan sebagai ‘penjualan suara’ secara tidak langsung. Oleh konstituen (pemilih), perilaku politik seperti ini bisa dianggap sebagai ‘penghianatan’ terhadap mereka. Di sinilah letak ke-tidaketis-an atau konotasi buruk dari politik dagang sapi. Perbedaan sikap partai politik dan konstituen dalam menentukan koalisi sangat mungkin terjadi jika koalisi digalang setelah pemilu legislatif. Kondisi ini sangat berbeda jika koalisi partai digalang sebelum pemilu legislatif. Sebab dengan demikian, konstituen sudah mengetahui dan tidak akan merasa dibohongi atau dikhianati.

Hanya saja, partai-partai politik cenderung menggalang koalisi setelah pemilu legislatif, setelah ada hasil perolehan suara. Walau pun mereka sadar bahwa pemilu dengan sistem multi partai tak akan menghasilkan pemenang yang mayoritas. Hal ini karena semua partai politik memiliki harapan yang besar untuk memenangkan pemilu legislatif agar bisa mengajukan calon presiden sendiri (bahkan jika memungkinkan, berkuasa sendiri).

Pemilu legislatif 2009 telah dilaksanakan dan (berdasarkan hasil quick count) menghasilkan tiga partai besar sebagai pemenang, yakni Partai Demokrat, Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Ketiga partai ini memiliki kandidat yang ingin menjadi presiden dan masing-masing memiliki daya tarik yang pada akhirnya akan menjadi kutub koalisi (kecuali kalau salah satu kutub koalisi ini ‘melebur’ ke kutub koalisi yang lain).

Partai-partai di level tengah dan partai kecil pada akhirnya akan memilih berkoalisi dengan salah satu dari tiga kutub koalisi itu. Pertimbangannya, seperti telah saya sebutkan tadi, adalah kesamaan platform partai dan (terutama) besar kecilnya peluang untuk memenangkan pemilihan presiden (tentu dengan harapan pasca pemilihan presiden bisa ‘ikut berkuasa’). Pada fase inilah, aspirasi dan keinginan konstituen seringkali diabaikan! [a]

About these ads

5 thoughts on “Pelajaran Pemilu 2009: (3) tentang koalisi partai…

  1. oooo koalisi itu artinya gitu tho.. keknya jadi tambah seneng maen ke sini nih. di suguhin cerita politik. enaknya jojing blogging ya gini. nemu yang macem-macem….

    • Senang sekali rasanya, Mbak Dwina dah mau mampir di blog saya yang masih sederhana alias standard ini. Selamat datang mbak, terimakasih sudah mau berkunjung dan sering-seringlah mampir di rumah ini…. Soal koalisi partai itu, kira2 seperti itulah…. ada plus minusnya, tergantung dari sudut mana kita pandang….

  2. Kunjungan balasan sambil baca-bca nih….. :)

    [a]: Eh, ada Mbak Yep, apa kabar Mbak? Terimakasih sudah berkunjung, kapan2 balik lagi yah… :)

  3. aq sebelumnya mo mnt maaf karna aq udah ngambil gambar tanpa permisi.sekali lagi aq mnt maaf yah…
    aq mengambil gambat buat comment di blog ku…
    klo kurang berkenan tlong beri comment di email Q..
    thank’s….

    [a]: Saya sih gak ada masalah mas, karena gambar karikatur karya Pak Agus itu juga saya comot dari http://www.inilah.com yang sedikit saya ulas karena senada dengan materi postingan saya. Kalau mas mau copi, silakan saja tapi tolong dijelaskan bahwa gambar itu karya Agus dari http://www.inilah.com…. Ok…. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s